Kamis, November 25, 2010

Ijtihad Imam dalam LDII


Porsi Ijtihad dalam Timbangan LDII



Sebagaimana telah diketahui bahwa berdasarkan sumbernya hukum islam secara garis besar terbagi atas tiga bagian yakni hukum Allah, rasulullah, dan ijtihad dari mujtahid.

Pada pembahasan kali ini, kami akan coba melanjutkan pembahasan sebelumnya tentang sumber ilmu LDII. Pada pembahasan yang lalu, kami telah isyaratkan indikasi penyempitan sumber ilmu yang hanya boleh diambil oleh orang-orang LDII dari kalangan muballigh mereka sendiri.

Pada tatanan realita, praktek yang terjadi di kalangan LDII adalah adanya teks bulanan pada setiap bulannya yang berisikan ijtihad dan nasihat imam pusat yang dibai'at oleh seluruh warga LDII. Nasihat ijtihad itu berisikan berbagai macam perkara, biasanya terkait hal dan keadaan pada bulan diturunkannya teks tersebut.

Lalu, bagaimana posisi ijtihad imam bagi kalangan LDII dalam kaitannya sebagai sumber hukum?

Ijtihad imam, sebagaimana yang kami saksikan, merupakan hal yang sangat sakral, dan posisinya seakan menjadi rujukan utama dalam menentukan hukum di kalangan LDII. Hal ini dibuktikan dengan kecenderungan warga LDII untuk mengabaikan segala bentuk penjelasan dan peringatan yang diperoleh dari kajian quran dan sunnah jika hal tersebut bertentangan dengan arahan Imam mereka. Mungkin anda akan bertanya, apakah ada kemungkinan kontradiksi antara penjelasan quran dan sunnah dalam kajian-kajian di majelis LDII dengan ijtihad imamnya? dalam perspektif kami- Iya, dan insyaAllah akan kami sebutkan satu demi satu pada kesempatan berikutnya.

Seperti yang telah kami singgung pada tulisan sebelumnya, hal ini dikarenakan oleh opini bentukan di kalangan mereka sendiri bahwa keilmuan imam dan wakil-wakilnya serta seluruh ulama-ulama pusat LDII dalam menelaah quran dan sunnah sudah sangat mumpuni, sehingga menyandarkan segala hal peribadatan kepada ijtihad imam dirasakan menjadi sangat wajar bahkan terkesan harus bagi mereka.

Sewaktu kami masih aktif sebagai muballigh LDII kami menyaksikan hampir seluruh dari saudara-saudara kami di LDII, termasuk kami tentunya, tidak menyadari telah menempatkan aturan/ijtihad imam pada tempat yang sejajar dengan aturan Allah dan Rasul-Nya, bahkan lebih di atas. Semoga Allah menyadarkan mereka atas anggapan mereka itu, dan alhamdulillah rabbil 'alamin karena Allah telah menyadarkan kami akan tinggi dan luhurnya peraturan Allah dan rasul-Nya mengalahkan seluruh aturan manusia di muka bumi ini.

Sampai di sini kami telah mengerucutkan potensi inkonsistensi rujukan hukum di kalangan LDII. Kami menyaksikan bahwa klaim pemurnian kajian quran dan sunnah mengalami distorsi pada tatanan aplikasinya. Secara umum warga LDII mengakui bahwa hukum agama bersumber dari Allah, rasul-Nya, dan mujtahid, tetapi pada kenyataannya mengambil rujukan dari ijtihad imam mereka menempati porsi yang lebih dominan daripada hukum yang datang dari quran dan sunnah. Seperti yang telah kami singgung di atas, kedepan, insyaAllah, akan kami sebutkan beberapa hal terkait ketidak-selarasan antara kajian yang ditemui dalam sumber Allah dan Rasul-Nya dengan ijtihad imam LDII.

Jika anda adalah anggota aktif LDII, atau bahkan muballighin LDII, anda tentu dapat melihat secara jujur, bagaimana kelumrahan mengenyampingkan apapun hasil kajian dari majlis kajian LDII dengan semangat "untuk tidak menyelisihi ijtihad imam" anda. Bagi sebagian besar warga LDII, akan merasa bahwa mentaati ijtihad adalah perbuatan yang mulia, hal tersebut adalah ibadah, dan alasan-alasan lain. Mudah-mudahan Allah memberikan taufik dan hidayah kepada seluruh kaum muslimin untuk mengetahui mana yang prioritas dari sumber hukum agama ini.

Sedikit tambahan referensi terkait ijtihad.

Dr. Muhammad bin Husain al-Jizani memaparkan, bahwa ijtihad secara terminologi adalah ‘mengerahkan segala kemampuan dalam rangka mengkaji dalil-dalil syari’at dengan tujuan menarik kesimpulan hukum syari’at’ (lihat Ma’alim Ushul Fiqh, hal. 464 cet. Dar Ibnul Jauzi).

Imam asy-Syafi’i rahimahullah berkata, “Tidaklah suatu pendapat wajib diikuti dalam segala keadaan kecuali Kitabullah atau Sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun segala sesuatu selain keduanya harus mengikuti keduanya.” (Jima’ al-‘Ilm hal. 11, sebagaimana tertera dalam Ma’alim Ushul Fiqh, hal. 68). Ucapan beliau ini benar-benar dibangun di atas kepahaman terhadap ajaran Islam, pokok maupun cabang-cabangnya. Hal itu selaras dengan firman Allah ta’ala (yang artinya), “Kemudian apabila kalian berselisih tentang perkara apa saja maka kembalikanlah kepada Allah (al-Qur’an) dan rasul (as-Sunnah)…” (QS. an-Nisaa’: 59). Oleh sebab itu Imam Ibnu Abdil Barr berkata, “Ketahuilah wahai saudaraku, sesungguhnya as-Sunnah dan al-Qur’an keduanya merupakan sumber pendapat akal/rasio dan standar baginya. Bukanlah rasio yang menjadi standar/timbangan yang menghakimi as-Sunnah. Akan tetapi as-Sunnah itulah yang menjadi standar yang menghakimi rasio.” (Jami’ Bayanil ‘Ilmi wa Fadhlihi, [2/173] sebagaimana tertera dalam Ma’alim Ushul Fiqh, hal. 73)

Allahul Musta'aan

106 komentar:

  1. masak si aku tak percaya

    BalasHapus
  2. Dr. Muhammad bin Husain al-Jizani memaparkan, bahwa ijtihad secara terminologi adalah ‘mengerahkan segala kemampuan dalam rangka mengkaji dalil-dalil syari’at dengan tujuan menarik kesimpulan hukum syari’at’ (lihat Ma’alim Ushul Fiqh, hal. 464 cet. Dar Ibnul Jauzi).

    tapi IMAM JAMAAH LDII memahami bahwa yang di maksud IJTIHAD itu adalah bikin aturan baru

    buktinya setiap bulan ada ijtihad IMAM yang baru berarti kenek an dalil yang artinya ini

    Dari ‘Aisyah berkata: Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya): "Barangsiapa yang mengada-adakan (sesuatu yang baru) dalam urusan (agama) kami ini, apa-apa yang tidak ada darinya (tidak kami perintahkan, pent.) maka ia tertolak." (HR. Al-Bukhariy no.2697 dan Muslim no.1718)

    BalasHapus
  3. Selaras dgn komentar dari anonim ijtihad imam ldii adalah bikin aturan baru atau lebih tepatnya bid'ah gitu lho, sejelek-jeleknya perkara adalah mengada-adakan aturan baru, dan setiap aturan baru adalah bid'ah, dan setiap bid'ah adalah sesat, dan setiap kesesatan tempatnya di neraka.

    BalasHapus
  4. contoh2 IJTIHAD BID'AH IMAM LDII:

    1.kurban kambing patungan sak kelompok (di sembelih di tingkat kelompok) patungan sak desa (disetor uangnya ke PUSAT) patungan sak daerah (uangnya di setor ke PUSAT)dan kurban sapi patungan lebih dari jumlah yang di syari'atkan bisa sak kelompok/sak desa/sak daerah tergantung IJTIHAD nya IMAM sesuai tingkatanya(kelompok,desa atau daerahnya)

    2.wajib senam barokah (di iringi MUSIK&LAGU dangdut/india/pokoknya yang cocok untuk gerakan senam barokah)

    3.wajib setor infak persenan setiap bulan 2,5%/5%/7,5%,10% (tergantung nilai kekayaanya tapi rata2 jamaah kena 10% karena aturanya kalo nilai kekayaanya sudah mencapai Rp 22.500.000-30.000.000 keatas maka wajib 10%)

    4.Wajib sambung kelompok,desa,daerah dan pusat (istilah sambung itu sendiri menurut syar'i adalah istilah baru tidak di kenal dalam quran&sunnah dan pasti adanya hanya dalam aturan jamaah LDII saja, kecuali sambung secara bahasa atau sambung famili/silaturrahim ini telah makruf)

    NB:
    I.dan masih banyak lagi IJTIHAD2 BID'AH IMAM LDII tapi saya hanya ngasih diantara contoh2nya saja
    II.istilah kelompok disini adalah jamaah/rukyah(baca:rakyat)yang di pimpin seorang IMAM setingkat CAMAT
    III.istilah desa adalah jamaah/rukyah yang di pimpin seorang IMAM setingkat BUPATI
    III.istilah daerah adalah jamaah/rakyat yang di pimpin seorang IMAM setingkat GUBERNUR
    IV.istilah pusat adalah pusat ISLAM JAMAAH LDII yang berada di KEDIRI karena disana tempat markas besarnya dan AMIRUL MUKMININ/IMAM nya yang di BAIAT mengendalikan seluruh jamaah/rakyatnya dari sana

    BalasHapus
    Balasan
    1. ANDA YAKIN BISA MEMBANGUN JAMA'AH TANPA ADANYA SAMBUNG. DAN UNTUK APA NABI SELALU MENGUMPULAN UMATNYA DI DALAM NASEHAT DAN MENGIRIMKAN SEORANG UTUSAN UNTUK MENYAMPAIKAN PESAN RISALAH..,, SAMBUNG ITU HANYA ISTILAH, YANG ISTILAH ITU BISA BERUBAH, TIDAK HARUS KATA ITU. NAMUN LDII MENYEPAKATI ISTILAH ITU YANG DIPAKE. DI PKS ADA LIQO,DLL..,, BAHKAN KONSEP SAMBING INILAH YANG MEMBUAT JAMA'AH LDII BEGITU KUATNYA..,,, KARENA MEREKA SELALU TERPANTAU, TERAWASI, DAN TERKOORNIR DENGAN BAIK.

      COBA LIHAT SALAFI?!! MAAF "MEREKA SEPERTI ANAK HARAM YANG TIDAK PUNYA ORANG TUA" , ANAK AYAM YANG TELURNYA MENETAS TANPA ORANG TUA. SEMRAWUT DAN MAU JADI APA, MAU BAGEMANA, SERTA MUNCULNYA PERPECAHAN BESAR ISLAM KARENA FIRQOH SEPERTI INI.,,,,,,

      Hapus
    2. Mbak Endah.. untuk apa membangun jamaah mbak? Tidak ada satupun dalil yang memerintahkan untuk membuat jamaah muslimin sendiri sendiri. Apa jadinya? akan muncul ratusan bahkan ribuan jamaah yang mengklaim dirinya yang paling benar dan itu yang menyebabkan umat islam terpecah belah. Makanya Rosululloh sudah berpesan melalui hadist hudaifah jika engkau tidak menjumpai jamaah muslimin dengan imam mereka( Amirul mukminin/pemimpin yang berdaulah) maka UZLAHLAH pisahilah/jauhilah firqoh2 yang ada walau harus makan akar tanaman. Di sini Nabi menyuruh uzlah mbak bukan membuat jamaah sendiri. Jadi ldii itu jamaah yang batil tidak berdasar, mengada ada, termasuk firqoh hizby.

      Hapus
    3. Taat pada Alloh, taat pada Rosul, dan taat pada Ulil amri adalah perintah Alloh. Taat pada Alloh dan Rosul sudah jelas karena ada dalam Al Qur'an dan Al Hadist. Untuk taat pada Ulil amri minkum (Yang mempunyai perkara dari kalangan kamu sekalian orang iman} atau dalam hal ini adalah Pemimpin yang mengatur masalah urusan agama (Imam) di Indonesia memang tidak ada. Maka untuk agar bisa terwujud taat pada ulil amri, ya harus diusahakan ada. Maka mau tidak mau kita mengangkat salah satu dari kita untuk dibaiat jadi Imam. Bukan ikut ikutan menganggap presiden yang gak mengatur agama sama sekali sebagai ulil amri. Itulah mengapa, kami perlu dan menganggap perlu untuk mendirikan jamaah sebagai wadah bagi umat Islam. Bagi yang mau masuk dalam wadah dipersilakan, bagi yang tidak mau masuk dalam wadah, apapun arahan nasehat, kritik, dsb .... Maaf, kami tak butuh nasehat kalian.

      Hapus
    4. Allah telah memerintahkan agar taat Allah taat Rasul dan taat Ulil amri. Dalilnya sudah jelas kalau anda mengangkat pemimpin sendiri maka anda sudah gak taat pada Ulil amriminkum alias khuruj. Presiden gak ngurusi agama? perlu anda tahu syari'at Islam telah tegak di indonesia terutama syari'at yang besar besar seperti adzan berkumandang dimana mana shalat jum'at disetiap tempat ada, puasa Ramadhan di urusi, haji diurusi dll. coba sebutkan syari'at Islam yanglebih besar dari itu. Dan apakah anda tidak pernah membaca dalil tentang taatililah pemimpin walau engkau dipimpin oleh seorang budak habazah/habzy? Anda gak mau menerima nasehat gak apa apa silahkan dikaji lagi dalil dalil tentang keimaman mudah mudahan anda diberi kepahaman

      Hapus
  5. trimakasih atas tulisan ini. Sy sedang didekati oleh ustad LDII, arah ajakannya persis dengan artikel2 di blog ini..

    alhamdulillah sy dan keluarga belum jauh terjerumus.

    sy dan keluarga akan memutuskan menghentikan berhubungan dgn org2 LDII.

    trimakasih, penulis...!

    BalasHapus
  6. Terimakasih jazaakummullohu khoiro buat saudaraku yang sudah bertaubat dari Faham Khowarij, saya juga mubaligh yang udah sepuluhan tahun ingin segera Bertaubat menyusul saudaraku yang lebih dulu. kami sadar sejak puluhan tahun ilmunya ga bertambah, setiap acara pengajian hanya diprovokasi tuk tidak terpengaruh dengan orang2 yang keluar dari jamaah LDII, tapi yang paling mendorong saya tuk hijrah/tobat adalah :
    1.Imam Jamaah yang dibaiat itu yaitu Abdul Aziz Sulton aulia tidak berbuat tuk menyelesaikan kasus bisnis fiktif yang jumlahnya ratusan milyad yang dijalankan oleh orang2 terdekat imamnya, atau barangkali Imamnya sendiri Abdul Aziz juga nilep duit itu,
    2. Para pengurus tingkat pusat di Kediri, pondok Gede senang Dusta/ BOHONG,senang membunuh karakter orang2 yang tingkat keilmuan-nya lebih banyak n lebih baik yang jujur dan Dengki hanya karena beda persepsi.
    3. Semaikin tidk percaya lagi dengan Islam Jamaah/LDII yang berani mempermainkan Alloh pada waktu Abdullah Syam yang jadi BONEKA Islam Jamaah LDII, Dia BERSUMPAH DEMI ALLOH LDII bukan penerus Islam Jamaah,di LDII tidak ada AMIR, tidak ada BAI'AT, dan tidak menganggap orang diluar Jamaah LDII kafir. ITU BOHONG BESAAAARRRR, Begitulah sebagaian yang saya SUDAH TIDAK PERCAYA LAGI DENGAN ISLAM JAMAAH LDII YANG KATANYA CARI SORGA.Mohon Pak MA'RUF AMIN PAK UTANG RANUWIJAYA DARI MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) DENGAN SUMPAHNYA PAK ABDULLAH SYAM SEKALIPUN BAPAK2 DI MUI DIBERI SUATU FASILITAS YANG SIFATNYA DUNIAWI OLEH LDII, TOLONG BERHATI2 KARENA MUI MENGEMBAN AMANAH UMAT ISLAM . TERIMA KSIH LAIN WAKTU DISAMBUNG LAGI KARENA MASIH BANYAAAAKKKK LAGI KETIDAK BERESAN DI LDII YANG AROGAN KARENA BANYAK DUITNYA, KARENA LDII BERANGGAPAN DUIT BISA MENGATUR SEGALANYA. WALLLOHU MUSTA'AN,

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Anda sakit hati karena musibah kasus markeso. (Saya juga jadi kurban) tapi alhamdulilah tidak ikut2an mengurbankan agama.
      2. Perlu pembuktian
      3. Anda terrmasuk orang dengn kecerdasan rendah, karena tidak bisa menganalisa bahasa Diplomatis.

      Hapus
    2. Bukan sakit hati tapi sadar karena Allah telah menghukum hambanya yang telah melaggar syari'atNya tapi anda gak menyadarinya bahwa anda telah membai'at seorang pemimpin yang kecerdasannya rendah sehingga tidak bisa membedakan mana riba' mana bukan padahal sudah jelas kasus maryoso itu riba' tapi oleh imam anda difatwa halal. Kalau imam anda saja kecerdasannya rendah apalagi pengikutnya seperti anda.

      Hapus
  7. MAAF KALIMAT DIATAS ADA KEKURANGAN DIATAS YANG BERBUNYI mohon Pak MA'RUF AMIN DAN UTANG RANUWIJAYA. SEHARUSNYA YANG LEBIH LENGKAP ADALAH:MOHON PAK MA'RUF AMIN, PAK UTANG RANUWIJAYA DKK DARI MAJELIS ULAMA IND (MUI) SUPAYA TIDAK PERCAYA BEGITU SAJA DENGAN SUMPAH SANG KETUA UMUM LDII ABDULLAH SYAM,ALIAS BAPAK2 DI MUI SUPAYA MENDENGARKAN KAMI2 YANG SUDAH BERTOBAT KEMBALI KEJALAN YANG BENAR, TERIMAKASIH.

    BalasHapus
  8. dan kami para mantan LDII siap memberi kesaksian kepada MUI tentang manhaj dan akidah LDII yang masih meneruskan ajaran Nurhasan Ubaidah ISLAM JAMAAH dan kami siap MUBAHALAH dengan ketua umum LDII dan pengurus LDII lainya bahwa LDII adalah ashli penerus ISLAM JAMAAH Nurhasan Ubaidah

    BalasHapus
  9. KALO IMAM JAMAAH ABDUL AZIZ DAN PARA KETUA LDII DIPUSAT SAMPE DAERAH PUNYA NYALI KAMI SANGGUP TUK DEBAT ILMIAH MENGENAI SESATNYA ISLAM JAMAAH/LDII DENGAN DISAKSIKAN INSTANSI TERKAIT, DEPAG,MAJELIS ULAMA, OK APA GA PAK SYAM, AGAR MASYARAKAT BISA MENILAI, SEKARANG BUKAN JAMANNYA LAGI MAIN OTOT MEMBANGGAKAN LDII BANYAK DUIT, PUNYA PASUKAN ASAD,BOLO PENDEM, PUNYA SENKOM MITRA POLISI, GOMBAL SEMUA ITU CUMA KAMUFLASE, AYO PAK SYAM, BAPAK KAN PROFESOR DOCTOR INSINYUR MSC LAGI, MASA MAU DIPERALAT JADI BONEKANYA/ JADI BUMPER IMAM JAMAAH YANG GA PUNYA TITEL APAPUN, CUMA KARENA AMIRNYA ABDUL AZIZ SULTHON AULIA ITU ANAK NURHASAN AL-UBAIDAH, APA KAWATIR KUALAT SEHINGGA MAU JADI KACUNGNYA AMIR/IMAM JAMAAH, TERIMA KASIH SEMOGA ALLOH MEMBERIKAN KESADARAN/PETUNJUK KEBENARAN.

    BalasHapus
  10. kontol pejuh, abudullah syam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kamu itu yang otak Kontol ngumbar pejuh ANJING!!!!

      Hapus
  11. peulis ini juga mantan mubaligh ldii?
    udah khatam hadist apa saja?Kutubus sittah udah khatam?
    kalo saya mengamati perkembangan ldii dan orang-orang yang keluar dari ldii, itu bukan karena faham mereka yang salah namun ada kecenderungan para mantan aktivis ldii mengalami sakit hati terhadap para pengurus yang ada di ldii, namun hal itu selalu tidak pernah diakui secara jujur bahkan lebi sering megalihkan ke topik2 yang seharusnya udah katrok untuk diperdebatkan

    BalasHapus
  12. Masya Allah , masih ada orang seperti antum @anonim diatas yang dari dulu sampai sekarang selalu berprasangka buruk dengan orang yang telah menyadari kesalahannya dengan mengatakan : SAKIT HATI .

    Kami MEMANG SAKIT HATI namun bukan karena iri dengki dengan kedunian / jabatan , namun sakit hati kami karena ke iklasan kami dan kesungguhan kami untuk mencari kebenaran yang hakiki telah di tumpangi dengan kelicikan bahkan menelantarkan kami ke jurang kehancuran yang jauh dan sunnah .

    Memberikan mimpi semu kenikmatan akhirat , namun justru kemurkaan Allah yang akan di dapat.

    Kalian telah menjadikan Nur Hasan sesembahan selain Allah , dengan syariat-agamanya yang diluar sunnah Nabi Shalallahu alaihi wasallam.

    Sadarlah wahai saudaraku , janganlah riya dan ujub di hatimu menjadi penutup datangnya hidayah dari Allah.

    Cobalah renungkan perjalan hidupmu , niscaya engkau akan membenarkan ucapanku.

    Kami mencintaimu sebagaimana kami mencintai diri kami sendiri , kami tidak ingin kalian celaka sebagaimana kami tidak ingin diri kami celaka.

    Semoga Allah mempertemukan kita dalam hidayah-Nya di dunia ini dan mempertemukan kita ditempat yang dimuliakan kelak , yaitu bagi orang-orang yang bertaqwa , sesuai petunjuk sunnah Nabi-Nya .

    BalasHapus
    Balasan
    1. dpt ku rasa keihklasan dakwahmu

      Hapus
  13. Ini blog paling bodoh yang pernah saya temui.
    Faktanya LDII tambah besar dan diakui oleh masyarakat dan pemerintah.

    Semua orang yang memusuhi LDII tidak pernah berubah hidupnya.

    "Kalian telah menjadikan Nur Hasan sesembahan selain Allah , dengan syariat-agamanya yang diluar sunnah Nabi Shalallahu alaihi wasallam". Ini omongan orang BIADAB bin TOLOL.

    Sejak dulu yang dikaji dan diamalkan LDII itu Quran dan Sunah nabi. Hidayah mana lagi yang mau dipersoalkan?

    SEMUA IJTIHAD YANG DIKELUARKAN LDII JUGA TIDAK PERNAH MENYIMPANG DARI QURAN HADIST, SEMUA ADA DALILNYA.

    SEKALIPUN TIDAK ADA DALILNYA, TAPI TIDAK DILARANG OLEH QURAN HADIST ITU SAH UNTUK DIAMALKAN.

    NGAJI KELOMPOK HARI SENEN DAN KAMIS, MEMBELI MOBIL PHANTER UNTUK KEPERLUAN SABILILLAH, SHODAKOH URUNAN MEMBELI KARPET UNTUK MASJID, APA ADA DISEBUTKAN / DIATUR DALAM QURAN & HADIST?

    ITU SEMUA DIATUR DALAM IJTIHAD.

    KALO KAMU MANTAN MUBALIGH LDII BISA DIPASTIKAN KAMU MEMANG MUBALIGH YANG GAK FAHAM. LULUSAN PONDOK MANA KAMU?

    IJTIHAD ITU MEMPERKUAT DAN MELAKSANAKAN ATAURAN QURAN HADIST!!! (KITABILLAH DAN SUNNAH NABI)

    BalasHapus
    Balasan
    1. klo saya mah....setuju banget.

      Hapus
    2. Antum tahu syarat menjadi marji sehingga boleh berijtihad ?

      Hapus
    3. Apakah ada yang bisa mejelaskan tentang orang tua yang tidak mengakui anak kandungnya hanya karena anak tidak masuk LDII ???

      Hapus
  14. Saudaraku TA'AWUD DULU YA JANGAN EMOSI NANTI STROKE LHO.

    Tolong renungkan apa yang saya paparkan disini kalo benar tolong di AKUI saja , kalo salah ya tolong dikoreksi tapi ya ga usah rahasia/bithonah, karena bithonah/ takiyah itu FAHAM KHOWARIJ, SYI'AH YANG TIDAK BOLEH DIIKUTI. WALAUPAUN KATA IMAM JAMAAH LDII ABDUL AZIZ.

    Perkembangan Jamaah LDII dulu memang sangat signifikan banyak, tapi coba antum perhatikan, orang2 yang terjebak masuk di Islam Jamaah LDII itu ILMU AGAMANYA sangat MINIM sekali, sehingga karena dangkalnya pengetahuan agama ( QUR"AN DAN HADIST )mereka mudah sekali di DOKTRIN dengan FAHAM yang ada di ISLAM JAMAAH/LDII, termasuk saya dan MUNGKIN JUGA ANDA sendiri.
    Kalo dulu perkembangan Jamaah LDII bergitu signifikan, coba anda lihat sekarang beberapa tahun terkhir ini,antum harus AKUI, DENGAN BANYAKNYA JAMAAH YANG BELAJAR DI MEKAH MADINAH DAN CROSS CHEK DENGAN SYEH2 YANG DI MASJIDIL HAROM TENTANG PEMAHAMAN ISLAM JAMAAH LDII, TERNYATA FAHAM YANG ADA DI ISLAM JAMAAH/ LDII ADALAH SESAAATTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT, Diantaranya MENGKAFIRKAN orang diluar Jamaahnya, mewajibkan infaq persenan, tidak syah sholat yang imam sholatnya bukan Jamaah LDII,MENGHALALKAN ADU JOTOS, TENDANG SESAMA JAMAAHNYA ( ASAD ) BAHKAN SUDAH PERNAH ADA YANG MATI, KARENA DISURUH TARUNG SAMA AMIRNYA,HALAL NILEP DUIT JAMAAHNYA yaitu bisnis Maryoso, antum harus AKUI, bahwa pelakunya tukang TIPU NYA adalah orang2 seputar KEAMIRAN JAMAAH/LDII dan para Kroninya, Maryosonya kabur itu BOHOOONGGGGGG BESARRRRRRR.

    Itulah SEBAGAIAN KEBOHONGAN DAN KESESATAN di ISLAM JAMAAH/LDII yang katanya me-MURNIKAN Qur'an Hadist.

    Oleh karena itu saya mengajak antum tuk banyak belajar QUR'AN HADIST dari banyak sumber terutama Ulama2 mekah madinah yang sudah lebih terjamin KEBENARANNYA, jangan cuma MANGKUL dari mubaligh jamaah LDII saja, cuma NGaji 5 Bab sampe KIYAMAT pun pemahaman antum GA BERTAMBAH, yang tambah HANYA TAQLID nya saja, seperti contoh jamaah LDII banyak yang TITEL nya berjejer diantaranya ABDULLAH SYAM,PRASETYO SUNARYO, TEDDY SURATMAJI, PARA JENDERAL YANG MASIH AKTIF DAN YANG SUDAH PURNAWIRAWAN DAN BANYAK LAGI YANG LAIN, mereka semua adalah contoh orang2 yang Ilmu dunianya HEBAT tapi ILMU QUR;AN HADISTNYA sangat MINIM ALIAS SANGAT DANGKAL sehingga mudah di DOKTRIN MENJADI ISLAM JAMAAH/LDII.

    Orang2 inilah yang menjadi BUMPER ISLAM JAMAAH /LDII tuk menutupi segala kebohongan yang ada di ISLAM JAMAAH /LDII, dan orang2 inilah menjadi KEBANGGAAN ISLAM JAMAAH /LDII,dan sosok orang seperti itu yang selalu DIBANGGAKAN dalam setiap nasehat kepada jamaahnya,agar jamaah yang sudah terjebak masuk ISlam Jamaah juga ikut BANGGA dengan masuknya atau bahasa Islam Jamaah DENGAN INSYAFNYA ORANG2 BERPANGKAT DAN PARA JENDERAL,

    Dengan masuknya doktrin yang ada di Islam Jamaah kepada para pembesar dan para Jenderal diawali dengan JANJI BAI'AT KEPADA IMAM JAMAAHNYA, MULAILAH SANG imam jamaah melirik sosok orang2 tersebut tuk jadi PENGURUS DI ISLAM JAMAAH/LDII, diantaranya yang tersebut diatas Pak ABDULLAH SYAM, PRASETYO SUNARYO, TEDDY SURATMAJI DIPERALAT SAMA AMIRNYA SUPAYA MENJADI PENGURUS LDII, PAK AGUS SUSARSO ( BRIGJEN.PURN ) PAK SUGIONO LAKSDA dan para perwira menengah yang lain dikasih posisi suruh jadi Ketua PERSINAS ASAD, tuk menjadikan jamaah LDII bisa main Silat dan berantem dengan orang diluar LDII termasuk ber-SILAT LIDAH tuk menutupi KEBOHONGAN/ N KESESATAN ISLAM JAMAAH /LDII.

    Saudaraku yang masih terjebak dengan ISLAM JAMAAH LDII yang ku cintai, segeralah RUJU' pintu taubat masih terbuka lebar, DAKWAH LDII sekarang sudah tidak LAKU LAGI detandai dengan tidak adanya simpatisan baru atau TIDAK ADA yang BAI'AT setiap bulnannya KEPADA imam jamaahnya, kecuali yang dipaksa mau nikah dengan jamaah LDII, itu baru di BAI'AT agar SYAH dinikahkan dengan Jamaah LDII.

    SEMOGA ALLLOH MEMBERI PETUNJUK KEBENARAN.

    BalasHapus
  15. ISLAM JAMAAH/LDII SEKARANG MEMANG SUDAH BESAR, KALO DI INDONESIA JUMLAHNYA YA KURANG LEBIH JAMAAH YANG DEWASA 200 RIBUAN LEBIH DIKIT, KALO MASUK STADION UTAMA SENAYAN GA MUAT MUAT LHO, JANGAN BANGGA DEH DENGAN KEBESARAN ISLAM JAMAAH, KALO TIDAK SEGERA MERUBAH PARADIGMANYA SAYA YAKIN AKAN HANCUR, LIHAT AJA SEKARANG YANG MASUK BINAAN BARU DARI LUAR LDII/ NGAJI DI LDII SUDAH GA ADA LAGI ALIAS DAKWAHNYA SUDAH GA LAKU, SEKARANG LEBIH BANYAK YANG KELUAR DARI LDII/ ISLAM JAMAAH DARIPADA YANG MASUK DI LDII.

    KALO ANTUM YANG BERKOMENTAR DIATAS MENGATAKAN
    BAHWA, LDII/ISLAM JAMAAH SUDAH DIAKUI OLEH PEMERINTAH DAN MASYARAKAT,
    pertanyaan saya PEMERINTAH DAN RAKYAT MANA YANG MENGAKUI/MENDUKUNG ISLAM JAMAAH/LDII.

    KALO ANTUM MENGATAKAN BAHWA PEMERINTAH SUDAH MENGAKUI KEBERADAAN ISLAM JAMAAH/ LDII ITU YA MEMANG BANAR, TAPI SETAHU SAYA YANG MENGAKUI KEBERADAAN ISLAM JAMAAH LDII ITU ADALAH PEMERINTAH DAERAH YANG PEJABATNYA SUDAH BANYAK MAKAN FASILITAS HARAM DARI LDII, TERMASUK MUI SAMPE SEKARANG PUN BELUM MENGAKUI KE-HALAL-AN ISLAM JAMAAH/LDII DI INDONESIA, KECUALI PENGURUS MUI YANG SUDAH BANYAK MAKAN FASILITAS2
    HARAM DARI LDII, KALO DI MUI PUSAT TIDAK LEBIH 3 ORANG YANG MENDUKUNG KEGIATAN2 LDII/ ISLAM JAMAAH, KARENA PARA PEMBESAR ISLAM JAMAAH/ LDII
    MEMANG CERDIK ALIAS LICIK DALAM BERBUDI LUHUR DENGAN CARA MENYUAP PARA PEJABAT DI DAERAH, DAN PARA PENGURUS MUI DI DAERAH SAMPE PUSAT, TAPI YANG MAU DI SUAPIN JUGA TIDAK SEMUA MAU MENERIMA, KECUALI YANG MAU MENERIMA ITU PEJABAT YANG GA TAKUT SAMA N E R A K A.

    Kepada antum yang mengatakan bahwa Islam Jamaah/ sekarang dah diakui sama pemerintah, saya nasehatkan JANGAN GR LAH, SAYA TAHU PERSIS DI TINGKAT DPP LDII YANG SERING BAWA FASILITAS TUK MENYUAP PEJABAT DAN MUI ITU NAMANYA HASYIM NASUTION, DARI MEMBERIKAN FASILITAS HARAM MOBIL PANTER, BINGKISAN2 LEBARAN, DUIT DLL.

    HARUS JUJUR DEH KALO LDII/ ISLAM JAMAAH SUDAH DIAKUI MASYARAKAT DAN PEMERINTAH ITU KARENA FASILITAS YANG HARAM ITU, OK.
    SEMOGA ALLOH MENYADARKAN ANTUM DAN PARA PENYUAP, KARENA PENYUAP DAN YANG DISUAP TEMPATNYA DI NERAKA,
    SAYA NASEHATKAN KEPADA ANTUM SUPAYA BANYAK BELAJAR DARI ULAMA2 YANG JUJUR, TIDAK SEPERTI DI ISLAM JAMAAH/ LDII YANG HOBINYA MAIN SUAP, AGAR KEBERADAANNYA DIAKUI OLEH PEMERINTAH DAN MASYARAKAT.
    Mudah2an pak KHOLIL dan Aziz berani segera memberantas para penyuap, kalo ga berani memberantas KEBATILAN, LEBIH BAIK PENSIUN SAJA DARI ULAMA.

    BalasHapus
  16. haduh ada2 aja kerjaan calon ahli neraka ini..mau ngerintangi LDII??


    kata sule : Ooooo tidak bisaaaaaaa

    BalasHapus
  17. Hahaha...
    Di daerah2 orang LDII berusaha menghilangkan image takfiri, lha ini yang diatas malah mengatakan :

    Anonim mengatakan...

    haduh ada2 aja kerjaan calon ahli neraka ini..mau ngerintangi LDII??

    BUKANKAH INI SEBUAH PENGAKUAN JUJUR BAHWA MEREKA MASIH MENGKAFIRKAN KAUM MUSLIMIN DILUAR GOLONGANNYA????

    BalasHapus
  18. Mas2 semua, saya sih simpel saja:

    1. Jujur saya masih jamaah LDII, tapi saya sendiri benar-benar sudah mampu meninggalkan paham takfiri dan saya sedang mengusahakan itu juga hadir di mayoritas LDII. Jadi paradigma baru itu sebenarnya benar-benar ada.

    saya juga sama dengan Anda, sempat masuk ke dalam fase perenungan soal Jamaah ini, apakah jamaah ini benar atau salah..karena saya dari kecil sudah dilahirkan dalam keluarga LDII...jadi kalau yang lain baru 7 atau 10 tahun, ya saya sudah lebih lama...sekarang berrati sudah 25 tahun...

    Nah, namun demikian bagi saya kwajiban jamaah itu adalah sebuah keniscayaan, kekurangan dalam jamaah justru haru diperbaiki, bukan ditinggalkan. Ya misalnya maslah takfiri, jujur saya orang yang tidak begitu saja manut dengan anjuran untuk tidak shalat di belakanng non-LDII, namun saya tetap selektif..takfiri sendiri akhirnya saya simpulkan adalah sebuah respon jaman di saat jamaah ini dibentuk. Saya yakin LDII akan terus berkemang paradigmanya, hanya seja memang akan ada tarik-menarik dengan azas memurnikan agama.

    Jujur saya sempat tertarik dengan Salafy, Tarbiyah, HTI (maklum karena seluruh waktu hidup saya saya jlani sebagai orang LDII) Sebaliknya, dari hasil perenungan saya beberapa tahun terkahir ini dengan para mantan LDII berserta blog-blognya yang tersebar di mana-mana, lalu saya komparasi dengan blog-blog LDII yang belawanan...saya menemukan justru blog-blog mantan LDII terlalu banyak fitnah..

    saya kasih contoh soal kasus heboh isu Pak Kholil dan Pak Aziz Ridwan yang katanya sudah keluar dari LDII, waktu itu isunya benar2 panas, hingga saya setiap malam resah..

    Ketika akhirnya sudah tabayun, lah blog2 yang awalnya menyebarkan isu itu justru menyerang balik Pak Kholil dan Pak Aziz..

    Saya sih hanya berpikir rasional saja, pada awalnya jujur saya respek dengan salafy dan lain2 tapi, kelakuan fitnah2 itu, malah membuat saya memantapkan diri untuk tetap di LDII...

    Apalagi kalau sudah masuk masalah Jamaah Imam, selama ini saya tidak pernha medapatkan jawaban yang memuaskan dari kalian...mengapa Presiden? Apakah dasar dalil harus punya wilayah dan kekuasaan? Lalu ketika ditanyakan kalau IR ga bleh terus bagaimana dengan pajak yang salafy sendiri katanya mengakui presiden sebagai Imam??

    Inkosisteni2 inilah yang membuat saya bingung dengan para salafy terutama para mantan LDII...setelah akhinyra saya banyak terpengaruh oleh beberapa harakah, saya memtuskan untuk tetap di LDII

    Bagi saya lebih tenang untuk tetap berada di LDII, tetap dalam jamaah...daripada berdiri pada inkonsistensi2 yang ada dari para mantan LDII..

    Bagaimanapun saya tetap merasa wajib berJamaah, pun saya tidak mgkafir2kan orang Islam lainnya yg blm jelas kekafirannya. Meskipun ini tidak mainstream dan minoritas di LDII, saya lebih nyaman..alih2 berada pada sandaran yang tidak jelas...

    Soal ijithad2 yg anda sampaikan, saya pikir anda terlalu belebihan dan mendramatisir..

    Kalau mau diskusi kontak saya di sastra_mobile@yahoo.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, namun demikian bagi saya kwajiban jamaah itu adalah sebuah keniscayaan
      -----------------------------------------------------------------------------
      Namun membuat jamaah sendiri sendiri adalah sebuah kebatilan, gak ada perintahnya, bahkan Nabi menyuruh uzlah jika tidak ada jamaah kaum muslimin dengan imam mereka tapi kenapa ldii malah membuat jamaah sendiri??

      Soal ijithad2 yg anda sampaikan, saya pikir anda terlalu belebihan dan mendramatisir..
      ----------------------------------------------------------------------------------------
      Coba anda renungkan setelah mengkaji qur'an hadist jangankan di amalkan dibaca lagi juga nggak. Coba kalau ada ijtihad imam sesuai atau tidak dengan Qur'an Hadist hukumnya wajib dilaksanakan bahkan sudah familier dengan kata kata "ini belum dimansuh" jadi harus terus di kerjakan bahkan sesama jamaah saling mengingatkan kalau gak melaksanakan ijtihad sang imam. Contoh yang paling jelas yaitu kasus maryoso riba yang jelas2 haram jadi halal atas seijin imam..

      Hapus
    2. Maaf. Mungkinkah Alloh memberikan perintah yang tidak bisa dilaksanakan yaitu berjamaah? sehingga anda berkeyakinan Jamaah adalah keniscayaan (Dimana kekuasaan Alloh).

      Hapus
  19. Ass..
    Kita semua sudah tau bahwa agama yang benar itu pasti sllu dirintangi bukannya merintangi..

    Mas yang bikin blog ini..alias mas rusli..
    sya sangat menghargai usaha anda untuk membubarkan organisasi kami..
    kami juga sangat berterima kasih karna mas walaupun sudah keluar dari LDII anda masih sangat perhatian sekali..

    mas rusli yang kami hormati karna kepintaran ilmu yang anda banggakan sendiri..
    yang selalu mendangkal-dangkalkan orang..
    merendahkan orang..
    mari kita berinstrofeksi diri terlebih dahulu sebelum anda mencaci atau menjelek2an orang..

    semoga alloh mengampuni semua dosa2 anda..
    AMIIIIIIIIIIIIIIIIIiiiiiiiinnnnnnnnnNNNNNNNN

    BalasHapus
  20. Kebesaran sebuah ormas bukan talok ukur kebenaran , demikian juga tidak ada satupun kelompok sesat selain LDII yang tidak berpedoman kepada Al Quran dan Hadits.

    Kenapa demikian ???? karena setiap kelompok memaknai al Quran dan Hadist dengan pemahamannya sendiri-sendiri dan atas kemauan kelompok sendiri-sendiri.

    Cobalah untuk memahami al Quran dan Hadist dengan pemahaman Sunnahnya Rasulullah dan para sahabatnya , itulah sebenar-benarnya pemahaman.

    Kalian PASTI TIDAK BISA MEMBEDAKAN mengikuti hadits dengan MENGIKUTI SUNNAH ??

    Baik di al Quran maupun di hadits nggak kita temui perintah " ikutilah hadits .... NAMUN yang ada ikutilah sunnah .."

    Mau berdiskusi ??? aku tunggu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. numpang nanya mas RUSLI..hadist itu berisikan sunnah bukan ya? maklum ane org awam nih

      Hapus
    2. Lha kalau hadistnya doif/palsu isinya sunnah bukan ya? semoga anda tidak awam lagi amiin

      Hapus
  21. MUBALIGH GUOOOOBLOK !!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. ass..
      saya mau numpang nanya kalo..
      seumpama'a ada MUBALIGH... yang berkeperilakuan seperti binatang.... yang padahal dia slalu memberikan nasihat-nasihat... yang baik pda jamaah'a....

      MUBALIGH,,, yang berbuat jinah...
      hukum'a apa ya...?? makasih atas perhatian'a.... ajjkh...!!

      Hapus
    2. Hukum tentang Zina gak hanya berlaku bagi mubaligh tapi utuk seluruh umat muslim, kalau sudah terbukti berzina maka hukumannya bagi yang belum menikah dicambuk 100 kali lalu di asingkan, dan untuk yang sudah menikah maka di rajam hingga meninggal, berani ldii menerapkan hukum itu yang katanya memurnikan ajaran islam? paling paling di suruh membuat surat taubat dan menyetorkan sejumlah uang sebagai penebus dosa. Amalan Bid'ah yang gak ada dalilnya...mengertikah anda tentang hal ini?

      Hapus
    3. "mbah man" ini salah satu pengikut ldii yang bisanya hanya mencaci maki, tidak bisa berhujjah/berdalil dengan baik padahal katanya hanya mengkaji Qur'an dan Hadist tapi kenapa yang lkeluar hanya kata kata maaf "goblok" dan sejenisnya?

      Hapus
  22. Kamis, 07 Juli 2011
    Kuwalat Dengan Qunut
    Masih ingatkah kita kejadian Juli,Agustus dan september 1998,tentang Qunut yang di tujukan kepada Bambang Irawan Rohimahullah,isinya adalah "allahumma a'izzal jamaata wa adzilal fir qotal kafaro,allahumma tsabit jamaaatana ala dinika was dud wa thotaka ala man dzolamana was dud wathoataka ala man afsadana,


    Insya ALLAH KITA MASIH INGAT DAN MASIH SEGAR HAFALAN DOA QUNUTNYA


    Bapak Bambang Irawan ternyata sehat bugar kala itu...dan sampai tahun 2010 kawan-kawan sempat memujinya yang masih sehat bugar naik motor dengan jarak kurang lebih 30 KM pulang pergi.meski isu tentang kematiannya sempat membuat gempar kalangan jamaah 354 dengan mengatakan Bambang Irawan telah tewas seelah di gali kuburannya lidahnya menjulur.bahkan di hina bahwa beliau jadi kere jadi penjual tempe keliling.

    kita bandingkan dengan Imam Abd dhohir yang pernah memerintahkan jamaahnya untuk mengqunuti nazailah kepada Bambang Irawan...malah hidupnya sakit-sakitan dengan bomerang dari doanya serta qunutnya "mugo-mugo uripe sengke' kere,deblek,ashor...
    dan mudah-mudahan kita dapat hikmah jangan sampai lisan kita antem kromo tho sloro car cor mendoakan jelek pada orang lain,yang belum tentu orang tersebut melakukan perbuatan jelek.

    karna takutnya doa akan berbalik pada diri seseorang tersebut.
    Dikutip dari airmatakumengalir

    BalasHapus
  23. Surga Dajjal, Nerakanya Allah !!!

    Dajjal memiliki surga dan neraka versinya sendiri. Ia menakut-nakuti manusia dengan surga dan nerakanya itu. Setiap musuhnya ia masukan ke dalam nerakanya, dan teman-temannya ia masukan ke dalam surganya. Akan tetapi disisi Allah, neraka Dajjal adalah surga, dan surga dajjal adalah neraka.

    Imam Muslim rahimahullahu meriwayatkan,

    حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ نُمَيْرٍ، وَمُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ، وَإِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ - قَالَ إِسْحَاقُ: أَخْبَرَنَا، وقَالَ الْآخَرَانِ: حَدَّثَنَا - أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ شَقِيقٍ، عَنْ حُذَيْفَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الدَّجَّالُ أَعْوَرُ الْعَيْنِ الْيُسْرَى، جُفَالُ الشَّعَرِ، مَعَهُ جَنَّةٌ وَنَارٌ، فَنَارُهُ جَنَّةٌ وَجَنَّتُهُ نَارٌ»

    Menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah bin Numair dan Muhammad bin Al-‘Alai dan Ishaq bin Ibrohim –berkata Ishaq: mengabarkan kepada kami -dan berkata pada kesempatan lain: menceritakan kepada kami- Abu Mu’awiyah dari Al-A’masy dari Syaqiq dari Hudzaifah yang berkata: bersabda Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, “Dajjal itu cacat mata yg kirinya, keriting rambutnya dan bersamanya surga dan neraka. Neraka Dajjal adalah surga dan Surganya Dajjal adalah neraka.” (Shahih Muslim no. 2934).

    Surganya Khawarij, Nerakanya Allah !!

    Khawarij pun memiliki surga sendiri. Surganya Khawarij ini tidak bisa dimasuki kecuali oleh kelompoknya saja. Sebabnya karena Khawarij mengkafirkan siapa saja yang menyelisihi mereka. Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Taimiyah rahimahullahu,

    …وَيُكَفِّرُونَ مَنْ خَالَفَهُمْ

    “(Khawarij) mengkafirkan siapa saja yang menyelisihi mereka” (Majmu Al-Fatawa 3/355).

    Imam Al Lalika'i rahimahullahu menyebutkan sebuah contoh,

    أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زَكَرِيَّا الْمُطَّوِّعِيُّ النَّيْسَابُورِيُّ رَحِمَهُ اللَّهُ بِالرَّيِّ قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا الْعَبَّاسِ مُحَمَّدَ بْنَ يَعْقُوبَ بْنِ الْأَصَمِّ يَقُولُ: طَافَ خَارِجِيَّانِ بِالْبَيْتِ، فَقَالَ أَحَدُهُمَا لِصَاحِبِهِ: لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مِنْ هَذَا الْخَلْقِ غَيْرِي وَغَيْرُكَ، فَقَالَ لَهُ صَاحِبُهُ: " جَنَّةٌ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ بُنِيَتْ لِي وَلَكَ؟ قَالَ: نَعَمْ، فَقَالَ: هِيَ لَكَ، وَتَرَكَ رَأْيَهُ

    Mengkhabarkan kepada kami Muhammad bin Muhammad bin Zakaria Al-Muthowa’i An-Nisaburi rahimahullahu di Rai, beliau berkata: mendengar Abal Abbas Muhammad bin Yaqub Al Asham berkata: "Pernah ada dua orang Khawarij thawaf di Baitullah maka salah seorang berkata kepada temannya : 'Tidak ada yang masuk Surga dari semua yang ada ini kecuali hanya aku dan engkau saja.' Maka temannya berkata : 'Apakah Surga yang diciptakan Allah seluas langit dan bumi hanya akan ditempati oleh aku dan engkau?' Temannya berkata : 'Betul.' Maka temannya tadi berkata : 'Kalau begitu, ambillah Surga itu untukmu.' Maka orang itu pun meninggalkan paham Khawarijnya." (Syarah Ushul I'tiqad Ahlus Sunnah wal Jamaah no. 1881).

    ……………………………………………….

    Lalu apakah Imam Jama’ah Madigoliyah Juga Memiliki Surga Sendiri?!! Sehingga surganya ini hanya bisa dimasuki oleh orang-orang yang tergabung dalam kelompoknya saja?...

    Sebaiknya ditanyakan langsung kepada mereka…
    dikutip dari rumah-indah.blogspot.com

    BalasHapus
  24. Infak persenan


    Jama’ah seharusnya paham bahwa harta kaum muslimin terjaga oleh Islam, tidak boleh diambil kecuali karena hak (sah). Jika tidak, perbuatan itu berarti memakan harta manusia secara tidak sah (bathil).

    Allah Ta’ala berfirman :

    يَا أَيّهَا الّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَأْكُلُوَاْ أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلاّ أَن تَكُونَ تِجَارَةً عَن تَرَاضٍ مّنْكُمْ

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu.” (Qs. An Nisa’: 29).

    Dan sabda Rasulullah shollallahu’alaihi wasallam :

    كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ

    “Setiap muslim atas muslim lainnya haram; darah, harta dan kehormatannya”. Dikeluarkan oleh Muslim no. 2564

    Adapun yang wajib dikeluarkan dari harta kaum muslimin adalah zakat, sedangkan zakat telah jelas ketentuannya dalam sunnah, tidak boleh menambah selain yang disyari’atkan. Barangsiapa melakukannya maka ia telah memakan harta kaum muslimin dengan batil.

    Dan diantara syarat zakat harta adalah harus mencapai nisab dan haul (satu tahun putaran). Dalam hadits disebutkan:

    لَيْسَ فِي مَالٍ زَكَاةٌ حَتَّى يَحُولَ عَلَيْهِ الْحَوْلُ

    “Tidak ada zakat pada harta sampai berlalu padanya satu tahun (al-haul)”. (Abu Dawud no. 1573).

    Jika zakat yang wajib dan jelas ketentuannya saja harus dikeluarkan sampai mencapai haul (satu tahun) maka apakah bukan kezhaliman mewajibkan infak, dengan persenan tertentu yang bahkan bisa menyentuh 10 %, dan bahkan kadangkala setiap 1 bulan sekali, kepada kaum muslimin?!!

    Padahal, Rasulullah shallallahu’alaihi wasalam bersabda,

    “مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ”.

    "Barangsiapa mengada-ada (sesuatu) dalam urusan (agama) kami ini, padahal bukan termasuk bagian di dalamnya, maka itu tertolak". Diriwayatkan oleh Bukhari no. 2697 dan Muslim no. 1718.

    Hadits ini menegaskan bahwa orang yang melakukan suatu bentuk peribadatan (yang dikehendaki pahala didalamnya) harus mendatangkan dalil (berdasarkan nash). Adapun yang mengingkari sebenarnya cukuplah ia bertanya, “Apakah ada dalilnya?”. Dan kewajiban yang melakukan ibadah itulah, yang sebenarnya harus mendatangkan dalil.

    Mungkin mereka yang mewajibkan infak persenan ini, memiliki alasan:

    1. Ini ijtihad imam

    Padahal sesungguhnya ulil amri tidak ada padanya hak membuat syari’at atau peribadatan, sebab Allah Ta’ala berfirman :

    أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ

    “Apakah mereka mempunyai para sekutu yang mensyari’atkan untuk mereka dari ad-din yang tidak dizinkan Allah?” [Asy-Syuraa : 21].

    Kita semuanya tanpa kecuali hanya ‘itiba.

    2. Infak ini diwajibkan karena darurat

    Alasan ini tidak bisa diterima, sebab tidak ada situasi darurat sama sekali, bahkan tidak mungkin darurat terjadi terus menerus. Nabi shollallahu’alaihi wasallam ketika menghadapi perang saja tidak mewajibkan infak model ini, tetapi beliau menawarkan kepada para sahabat, ”Siapa yang hendak bershodaqah kuda.. dan seterusnya seperti yang telah masyhur. Bukankah perang yang dimaksud hadits itu terjadi disaat darurat?.
    dikutip dari rumahku-indah.blogspot.com ( ane cuman kutip yg Haq BRO...Soega)

    BalasHapus
  25. Dari Soega...

    Kutipan2 ini buat yang masih dalam belenggu kesesatan Islam Jama`ah yg masih berupadaya berganti2 baju mungkin udah bau busuk yang amat sangat dan juga buat yg sudah ada keragu2an IJ dalam hatinya juga buat yang masih KURA-KURA DALAM PERAHU dan juga yang sangat mencintai KESESATAN dgn berjihad bersama-sama SYAITHON utk memerangi Dakwah ahlus Sunnah Wal Jama`ah...Jazakumullahukhaira

    BalasHapus
  26. Membantah Ahlul Bid’ah, Sebab Perpecahan?
    January 4, 2011

    Banyak orang mengatakan bahwa pihak-pihak yang membantah ahlul bid’ah mereka itu adalah penyebab perpecahan.
    Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah menjelaskan:
    Benar, mereka itu adalah penyebab perpecahan (yakni yang membedakan dan memisahkan, pent) antara yang haq dengan yang batil, ini yang benar.

    Kami membedakan/memisahkan antara yang haq dengan yang bathil, antara ahlul haq dengan ahlul bathil. Senantiasa kami akan membantah (kebatilan dan para pelakunya), demikian pula para ulama juga membantah mereka.
    Yang seperti ini bukanlah untuk membikin perpecahan, akan tetapi justru ini untuk menyatukan umat di atas al-haq. Karena keberadaan umat manusia di atas kesesatan dan di atas pemikiran-pemikiran yang batil, inilah sesunggguhnya yang menyebabkan perpecahan antar umat Islam.

    Adapun upaya untuk menjelaskan al-haq kepada mereka (umat Islam) adalah dalam rangka menyatukan umat di atasnya, maka inilah sesungguhnya dakwah kepada persatuan, bukan dakwah kepada perpecahan.

    Dikatakan dakwah kepada perpecahan itu apabila tidak ada upaya untuk membantah ahlul bathil. Inilah sesungguhnya dakwah kepada perpecahan jika mereka memahaminya.

    (Dari Ta’liq terhadap kitab Syarhus Sunnah, karya Al-Imam Al-Barbahari)
    (Sumber http://www.assalafy.org/mahad/?p=520)

    BalasHapus
  27. Semoga kutipan ini dapat menyadarkan kita semua akan wajibnya Rujuk Ilal Haq

    Ruju Kepada Kebenaran adalah Ciri Ahlus Sunnah
    June 27, 2006

    Ruju Kepada Kebenaran adalah Ciri Ahlus Sunnah
    (Kata Pengantar Buku Meredam Amarah Terhadap Pemerintah)

    Dakwah Salafiyyah sejak dulu tidak pernah terikat dengan pribadi manapun kecuali Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam. Dakwah Salafiyyah juga tidak pernah terikat dengan organisasi apapun. Dakwah ini hanya terikat dengan Al Quran dan As Sunnah di atas pemahaman para shahabat radiyallahu ‘anhum dan seluruh Salafus Shalih yang dibawa para Ulama Ahlus Sunnah.

    Pengikut dakwah Salaf Ahlussunnah wal Jamaah adalah orang-orang yang paling bersemangat untuk mengkaji ilmu dan mengamalkannya di atas sumber-sumber tersebut. Karena itu, mereka senantiasa berjalan di atas ilmu dan bimbingan para ulama.

    Namun para Salafiyyun (pengikut dakwah Salafiyah) bukanlah orang-orang yang ma’shum yang terbebas dari kesalahan. Mereka sangat mungkin untuk tergelincir dalam berbagai kesalahan dan penyimpangan Dan sebagai realisasi dari sikap tunduk mereka di hadapan kebenaran, setiap terjadi penyimpangan dari jalan yang lurus atau penentangan terhadap ulama, segeralah mereka saling mengingatkan dan meluruskannya. Sehingga kritik, koreksi, teguran,
    atau bantahan ilmiah adalah sesuatu yang sangat wajar dalam sejarah
    perjalanan dakwah ini. Sebaliknya sikap taqlid, membebek dan ikut-ikutan sama sekali tidak dikenal oleh Ahlussunnah dan Salafiyyun.

    Hidupnya budaya kritik ilmiah akan memperlihatkan siapa yang benar-benar berdiri sebagai Ahlussunnah dan siapa yang hanya ikut-ikutan. Bagi mereka yang menolak kritik dan tidak mau rujuk pada kebenaran, maka mereka adalah pengikut hawa nafsu atau ahlul ahwa. Bagi Ahlus Sunnah, teguran dan kritik akan segera membawanya kembali kepada Al Haq. Sedangkan pengikut hawa nafsu,
    mereka akan menentang ilmu dan nasehat ulama dengan berbagai alasan. Mereka berani menarik-narik makna ayat dan hadits agar mencocoki hawa nafsu, bahkan berani mencela para ulama agar ditolak fatwanya.

    Dengan prinsip ini, maka kami membuat pernyataan ruju kepada kebenaran dan kembali kepada prinsip dakwah Salafiyyah setelah kami mengalami berbagai ketergelinciran. Yakni saat kami menjalani jihad di Ambon (Maluku) dan Poso (Sulteng), karena dalam jihad tersebut kami banyak terjatuh pada penyimpangan-penyimpangan lain yang tidak sejalan dengan Manhaj Salaf.

    Tanpa terasa kami terjerumus ke dalam berbagai penyimpangan yang bermuara pada satu titik yaitu politik massa atau penggunaan potensi massa dalam perjuangan. Sungguh kesesatan seperti inilah yang terjadi pada Ahlul bid’ah dan hizbiyyun dari kalangan Ikhwanul Muslimin, Quthbiyyin (pengikut Sayyid Quthb) dan Sururiyyin (pengikut Muhammad Surur) dan lain-lain. Dengan penyimpangan yang kami jalani saat itu, muncullah tindakan-tindakan persis seperti yang dilakukan Ikhwanul Muslimin, diantaranya :
    1. Sistem komando yang meluas menjadi organisasi yang digerakkan
    dengan sistim imarah dan bai’at
    2. Lebih mementingkan kuantitas daripada kualitas dalam organisasi
    3. Demonstrasi, unjuk rasa dan yang sejenisnya menjadi hal yang biasa
    4. Mencari dukungan politis dari berbagai kelompok dengan tidak
    memperhatikan apakah mereka Ahlus Sunnah, orang awam atau Ahlul Bid’ah
    5. Dari sinilah timbul ide untuk mengadakan Musyawarah Kerja Nasional
    (Mukernas) dengan mengundang tokoh-tokoh politik dan Ahlul Bid’ah
    6. Mulai menggampangkan dusta dengan dalih bahwa perang adalah tipu daya
    7. Bermudah-mudahan dalam maksiat seperti fotografi dan ikhtilath
    karena mengimbangi orang awam
    8. Mengingkari kemungkaran dengan menggunakan gerakan massa dan kekerasan dan seterusnya

    Kemudian datanglah teguran dari para ulama dengan harapan agar kami kembali kepada Manhaj Salaf dalam dakwah dan jihad serta membubarkan diri dari Forum Komunikasi Ahlussunnah Wal Jama’ah (FKAWJ) dan Laskar Jihadnya (LJ). Maka karena kami memulai Jihad ini dengan bimbingan para ulama, maka bubarpun juga dengan bimbingan para ulama.

    http://www.salafy.or.id/?p=1072

    BalasHapus
  28. Tidak cukup hanya membubarkan diri dan meninggalkan penyimpangan-penyimpangan yang kami telah terjerumus padanya, namun kami mempunyai kewajiban untuk menerangkan kepada masyarakat bahwa apa yang kami lakukan dahulu bukanlah dari Manhaj Salaf. Karena ketika itu kita mengibarkan bendera Dakwah Salafiyyah dan Ahlus Sunnah, maka kami khawatir penyimpangan-penyimpangan tersebut dianggap oleh sebagian masyarakat sebagai bagian dari Dakwah Salafiyyah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Inilah sesungguhnya
    yang paling penting!

    Untuk itulah saya (Muhammad Umar as Sewed) sebagai salah satu mantan dari Dewan Ustadz di FKAWJ yang membawahi LJ, menerjemahkan buku berjudul Al Wardul Maqtuf fi Wujubi Tha’ati Wulati Amril Muslimin Bil Ma’ruf, yang ditulis oleh Syaikh Abu Abdirrahman Fauzi al Atsari *), yang berisi tentang bagaimana seharusnya seorang Salafi Ahlussunnah bersikap kepada penguasanya.
    Ini merupakan salah satu realisasi dari sikap rujuk kami.

    Dalam buku ini dimuat prinsip-prinsip Ahlus SUnnah yang berkaitan dengan tatacara memberi nasihat dan beramar ma’ruf nahi munkar kepada penguasa. Juga diterangkan tentang kewajiban taat kepada penguasa selama perintahnya bukan berupa kemaksiatan. Mudah-mudahan dengan ini kita telah melaksanakan kewajiban yang Allah perintahkan kepada orang yang terjatuh dalam kesalahan dan penyimpangan, sebagaimana firman Nya.
    Kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itu Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. [QS Al Baqarah: 160]

    Dengan demikian apa yang telah kami lakukan, yang bertentangan dengan prinsip-prinsi Manhaj Salaf, kami bertaubat kepada ALlah dan menyatakan dengan tegas bahwa itu bukan Manhaj Ahlus Sunnah, tetapi kekeliruan dan ketergelinciran kami. Hujjah tetap pada Al Quran dan As Sunnah, bukan pada apa yang dilakukan oleh FKAWJ atau LJ atau siapapun yang mengaku Ahlus Sunnah.

    Akhirnya, kami – bersama segenap para ustadz yang dulu terlibat dalam FKAWJ/LJ – berharap kepada Allah agar mengampuni kita semua. menerima amal ibadah dan jihad kita dan membalasnya dengan kebaikan-kebaikan dan Jannah. Juga kami memohon maaf kepada semua pihak dari kaum muslimin umumnya dan Salafiyyin khususnya atas kesalahan kami pada masa lalu itu.

    Muhammad Umar As Sewed

    (Dikutip dari terjemahan Al Ward Al Maqtuf fi Wujubi Tha’ati Wulati Amri Al Muslimina bi Al Ma’ruf, penulisan Abu Abdirrahman Fauzi al Atsari. Pengantar oleh Asy Syaikh Shalih bin Fauzan al Fauzan. Penerbit Maktabah Ahlul Hadtis 1419 H, Bahrain bekerjasama dengan Maktabah At Taubah, Riyadh. Edisi Indonesia Meredam Amarah terhadap Pemerintah, Menyikapi Kejahatan Penguasa Menurut Al Quran dan As Sunnah. Penerjemah Al Ustadz Abu Ibrahim Muhammad
    Umar As Sewed. Penerbit Pustaka Sumayyah, Jl. Mangga Komplek Pasar Banjarsari Blok F Lantai 1 no 10-11 Pekalongan Tel (0285) 429410 HP/SMS 081 5872 1440. Email pustakasumayyah@plasa.com. Cetakan Pertama, Muharram 1427 H/Februari 2006)

    BalasHapus
  29. *) Catatan Penting
    Pernyataan taubat ini sesungguhnya telah lama saya tulis, namun sayang sekali karena satu dan lain hal buku yang memuat taubat tersebut tak kunjung diterbitkan oleh Maktabah Salafy Press, sampai dengan tutupnya penerbit Maktabah Salafy Press.

    Alhamdulillah, buku tersebut akhirnya diterbitkan oleh Pustaka Sumayyah. Namun sangat disayangkan kembali terlambatnya penerbitan buku terjemah ini sampai pada waktu penulisnya (Syaikh Fauzi Al Atsary) mendapatkan teguran dari syaikh Rabi’ ibn Hadi al Madkhali, (dari Sahab.net).

    Mengingat buku ini adalah buku yang bagus dan dipuji syaikh Shalih bin
    Fauzan Al Fauzan dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat kaum muslimin secara umum dan khususnya orang-orang yang sedang berupaya menelusuri jejak Sunnah, maka saya menerjemahkannya sebagai teguran dan perbaikan terhadap kesalahan-kesalahan yang pernah kami lakukan di masa Laskar Jihad, bahkan kami memuat waktu itu pujian-pujian para ulama pada penulis buku tersebut. Maka dengan catatan ini saya menyatakan berlepas diri dari kesalahan dan
    penyimpangan Syaikh Fauzi Al Atsary yang terjadi kemudian.

    Cirebon, 8 Mei 2006

    Muhammad Umar As-Sewed

    BalasHapus
  30. ha..ha....sayang sekali kalian nggak mau masuk surga.neraka well tempat yang pass bgt untuk istirahat kalian....nggak da AC loh dineraka.......

    BalasHapus
  31. amsol!!! jgn mnggunjing, kasian kalo sedulur jamaah yg imannya kurang dan melihat postingan sodara2, jd imannya brkurang

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha.....
      kok bisa ya orang keluar dri jama'ah dri qur'an hadits.apakah masih ada jalan lain tuk masuk surga allah dan terhindar dri neraka allah selain mengikuti qur'an hadits......mau bukti!!!!!!!!
      baiklah mari kita buktikan,....
      barang siapa yg masuk surga maka dilah yg paling benar dan siapa yg masuk neraka maka dialah yg keliru dan bangga dengan kekeliruannya,.....
      habis benar trus salah kok bangga.....

      Hapus
    2. hahaha.....
      kok bisa ya orang keluar dri jama'ah dri qur'an hadits.apakah masih ada jalan lain tuk masuk surga allah dan terhindar dri neraka allah selain mengikuti qur'an hadits......mau bukti!!!!!!!!
      baiklah mari kita buktikan,....
      barang siapa yg masuk surga maka dilah yg paling benar dan siapa yg masuk neraka maka dialah yg keliru dan bangga dengan kekeliruannya,.....
      habis benar trus salah kok bangga.




      bukan mengikuti LDII tapi mengikuti qur'an hadist nah itu tau..

      Hapus
  32. assalamu'alaikum wr wb...
    Bukankah perintah ALLOH SWT yaitu untuk menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya ?
    kenapa kalian malah berdebat?
    perintah ALLOH SWT bukan untuk di perdebatkan tapi untuk di jalankan dalam kehidupan kita semua di dunia,,
    Mari sibukkan diri kita dengan ibadah dan hal2 yang mengumpulkan pahala
    ALLOH SWT pasti selalu menyayangi kita ,,bahagia dunia akherat,,,amiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lalu perintah Alloh atau perintah Rosululloh yang mana yang menyuruh kita untuk membuat al-jama'ah sendiri sendiri?

      Hapus
  33. SIMPLE WAE KAH .........orang siapapun yang menganggap kafir sodaranya hanya karena ga jadi anggota organisasi LDII dialah yang kafir sebenarnya .semua Ijtihad Imam dalam teks daerahan hampir bisa di tafsirkan dengan hawa nafsu .sampe Imam nya kudu ijtihad "orang jamaah ga boleh bergaul dgn luar jamaah dan ga boleh denger ceramah, baca kitab, artikel buku, dari luar jamaah. . (ane punya teks daerahannya) hal ini kerena talut kedok busuk imammnya ter BOOOONG kkkaaarrrrrrrrrrrrrrr ..............moso ia surga di klaim cuma hak orang IJ ....terus Muslim sedunia masuk neraka gituh .gkgkgkgkgkgkgk ANEEEEEEEEEEH LUCCCCCCUU

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukan ISLAM sedunia mas tapi 72 golongan aja...hehehe.

      Hapus
    2. Lah islam mana yang segolongan dengan LDII?

      Hapus
  34. kalau memang surga milik kalian ....kenapa kalian tidak berdakwah terang terangan ..ajak kami dengan dalil yang kalian punya ........kayanya kalo emang dalilnya bener para ULAMA sedunia juga pasti ikut ........semua ULAMA dan UMMAT ISLAM sedunia di vonis neraka sama eL De Ii ......ckckckck

    BalasHapus
  35. Wah ... wah ... Agama kok di perdebatkan, kalo Anda-Anda ingin tahu kebenaran agama Islam yang sebenarnya lihat aja di Arab sana kalo, gak puter aja waktu ini ke jaman dulu, biar ketemu sama kanjeng Nabi Muhammad SAW, tuuu baru Anda-Anda semua bisa ngomong INI AJARAN ISLAM YANG BENAR, .... MARILAH KITA SAMA-SAMA ORANG YANG BERAGAMA BERGANDENG TANGAN TUK MEMAJUKAN BANGSA INI, DAKWAH YANG BAGUS (AMAL MA'RUF NAHI MUNKAR) bukannya saling menjatuhkan .... wes ... wes bubrah negoro iki ....

    BalasHapus
  36. ane awam nih om mau ikutan nimbrung...hehehe

    BalasHapus
  37. Lakum dinukum waliyaddin....untukmu agamamu, untukku agamaku...jangan saling menyalahkan dan memperdebatkan...kalau anda merasa benar dengan apa yang telah anda jalani, ya silahkan dijalani dengan tanpa merugikan orang lain..itu sudah cukup..prinsip ini juga sama untuk lintas agama. Apalagi kita yang sesama muslim..jika anda sudah keluar dari LDII, ya silahkan lanjutkan hidup anda dengan baik tanpa merugikan orang lain...begitu juga degan orang yang tetap percaya akan aqidah yang dimiliki LDII, ya silahkan diteruskan tanpa merugikan orang lain...hanya Allah yang maha tahu akan..kita di dunia hanya berusaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu dalil untuk orang kafir mas, tahu dalil gak anda

      Hapus
  38. di LDII emang banyak ijtihad,,,
    termasuk ijtihad Bid'ah 5 BAB,,,
    yang anehnya orang arang arab yang berkunjung ke ldii yaitu abdulah nasri dan sulaiman fifi menganggap si madigol sang pembuat bid'ah 5 bab dianggap sebagai ahli pendidik...robaniyun...
    gendheng,,gendheng,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. makanya anda coba datangi pengajian LDII, terbuka utk umum kok. 5 bab itukan semacam metodologi utk mencapai tujuan menetapi islam secara murni.

      Hapus
    2. Klo LDII islam yang murni, lalu bagaimana dengan sahabat yang hidup jauh sebelum LDII ada ? Jadi selama ini gak ada isalm yang murni selain LDII. Mana sih ayat dan hadist yang menunjukkan bahwa madigol itu wajib di taati...

      Hapus
    3. Ya gak gitu,kita kan berjalan seiring waktu,seperti saja....
      -jaman Rasullulah kita ya harus mengikuti Rasullulah
      -jaman Khulafak Urrasyidin ya harus mengikuti Khulafak....

      Hapus
    4. Lha kalau jamannya madigol ya harus mengikuti madigol, trus madigol agamanya mengikuti siapa?

      Hapus
  39. Dasar goblok....blok...blok...& pekok...LDII itu organisasi Qur'an Hadist yang dikaji untuk di amalkan sebagai referensi....ngakunya berilmu agama tinggi kok GOBLOKnya minta ampun,mentapi Qur'an Hadist & mempelajarinya kok di anggap sesat kalau bukan orang GUOBLOK tidak mungkin....OTAKmu itu yang sesat anjing!!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang anda kaji Qur'an Hadist tapi yang anda amalkan hanya ijtihad imam yang banyak bertentangan dengan Qur'an hadist mas

      Hapus
  40. ALquran dan alhadist tentulah barang haq, namun pemahaman ulama di LDII yang ro'yu dalam menafsirkan alquran dan hadist,, contohnya : seperti :
    -Nabi memerintahkan (pada waktu itu hudzaifah bin yaman – tentunya untuk kita juga )supaya menetapi jamaahnya orang islam (bukan jamaahnya sebagian orang islam -firqoh).. bahkan waktu itu hudzaifah bertanya ”bagaimana jika tidak ada imam dan jamaah kaum muslimin?”
    Beliau/nabi menjawab :”tinggalkanlah / jauhilah semua kelompok-kelompok / firqoh itu,walaupun kau menggigit akar pohon hingga ajal mendatangimu”
    Kok malah ada “ulama” yang membuat ro’yu, bukannya menjauhi firqoh, malah membuat firqoh baru, memaksakan dirinya menjadi imam hanya dengan dibaiat tiga orang, tidak memiliki kekuasaan dan mayoritas orang islam tidak mengenalnya.
    -Nabi sudah menjelaskan bahwa sulthon, amir, imam itu naungannya alloh dibumi kok malah ada “ulama” yang ro’yu, imam malah disembunyikan (padahal mereka tinggal di negeri muslim), bagaimana mau jadi naungan / perisai,,
    Dan masih banyak yang lain,,, semoga alloh memberi prtunjuk kepada mereka,,

    Bandingkan dengan ucapan para ulama berikut:
    Syaikh Kibar Ulama Saudi, Shalih Fauzan حفظه الله mengatakan,
    البيعة لا تكون إلا لولي أمر المسلمين ، وهذه البيعات المتعددة مبتدعة ، وهي من إفرازات الاختلاف ، والواجب على المسلمين الذين هم في ولاية واحدة ، وفي مملكة واحدة أن تكون بيعتهم واحدة لإمام واحد ، لا تجوز المبايعات المتعددة ، وإنما هذه من إفرازات اختلافات هذا العصر ، ومن الجهل بالدين .
    “Bai'at hanya diberikan kepada penguasa kaum muslimin. Bai'at-bai'at yang berbilang bilang dan bid'ah itu akibat dari perpecahan. Setiap kaum muslimin yang berada dalam satu pemerintahan dan satu kekuasaan wajib memberikan satu bai'at kepada satu orang pemimpin. Tidak dibenarkan memunculkan bai'at - bai'at lain. Bai'at - bai'at tersebut merupakan akibat dari perpecahan kaum muslimin pada zaman ini dan akibat kejahilan tentang agama”.
    Atau dalam video berikut (video syaikh yahya – pak Kholil mengaku berguru padanya)
    http://www.youtube.com/watch?v=e0-vxrE4Wy8

    BalasHapus
  41. Lebih lengkapnya tentang bantahan konsep imamah dan manqul ala ldii di http://www.4shared.com/file/ZzH3swnR/Imamah_dan_manqul_1.html

    BalasHapus
  42. http://www.jabar.ldii.or.id/perkembangan-ldii-buah-dari-perjuangan-seorang-alim-robbaaniy/

    BalasHapus
  43. WAHAI PARA KAMPRET DIATAS ANA (Kalo NGERASA YAAA)...

    PARA ULAMA DOYANNYA PAKAI PENDAPATNYA.... LIAT SEMUA FATWA YANG DIKELUARKAN MAYORITAS ADALAH PENDAPAT YANG DIIKUTI OLEH PARA CECUNGUK....

    “… datanglah kepadaku dengan kitab sebelum ini atau atsar/labet/isnad dari ilmu jika kamu sekalian orang-orang yang benar” (Surah Al-Ahqaaf :4)

    (al-Turmuzi berkata): Sufyan bin Waki’ menceritakan kepada kami, (Sufyan berkata): Suwaid bin `Amr al-­Kalbi menceritakan kepada kami, (Suwaid berkata): Abu `Awanah menceritakan kepada kami dari `Abd
    al A`la dari Sa`id bin Jubair dari Ibn `Abbas dari Nabi Saw, beliau bersabda; takutlah kalian (hati-hati dalam memegangi) hadis-hadis dariku kecuali yang benar-benar telah aku ajarkan kepada kalian, barangsiapa berbohong atas namaku secara sengaja, maka hendaklah dia menempati tempat duduknya dari api neraka, siapa yang mengatakan sesuatu tentang al-Qur’an dengan ra’yu nya (PENDAPATNYA) maka hendaklah ia menempati tempat duduknya dari api neraka

    MOHON KALAU BERHUJJAH GUNAKAN HADIST YANG BUKAN RO'YU

    Nih dalil Jangan diBANTAH pakai Ro'YU yaaa... KALAU IYA maka tempat DUDUK ENTE DINERAKA .....

    “Barangsiapa mati tanpa imam, maka ia mati dalam keadaan jahiliyah” “Dan barangsiapa menolak untuk taat, maka pada hari kiamat ia tidak punya hujjah, pembelaan” (Abu Dawud, Musnad, halaman 259 dari jalur
    ‘Abdullah bin Umar )

    “Barangsiapa mati tanpa berbai’at maka ia meninggal dalam keadaan jahiliyah”(lihat Shahih Muslim, jilid 6, halaman 22; lihat juga Baihaqi, Sunan, jilid 8, halaman 156; kemudian Ibnu Katsir jilid 1, halaman 517)

    “Barangsiapa meninggal dan tiada ketaatan (kepada imam), maka ia telah meninggal dalam keadaan jahiliyah”(lihat Imam Ahmad dalam Musnad, jilid 3, hal. 446)

    “Barangsiapa mati dan dilehernya tidak ada baiat, maka sungguh dia telah melepas ikatan Islam dari lehernya”[Dikeluarkan oleh Muslim dari Ibnu Umar]

    Yang dimaksud “seperti mati Jahiliyah” adalah kematian dalam kesesatan, perpecahan dan tidak mempunyai imam yang dibaiat dan ditaati. (Hamisy Shahih Muslim II/136)

    MENURUT SALAPRET-WAHABRET: MATI JAHILIYAH ITU BISA MASUK SURGA...... TERNYATA DI HADIST MUSLIM DIKATAKAN "MATI JAHILIYAH=MATI DALAM KESESATAN"... PARA SALAPRET-WAHABRET KAMPRET PASTI AKAN BERKATA: MATI DALAM KESESATAN = MASUK SURGA,.... AJARAN DAJJAL

    Ada Banyak Wadah ISLAM dengan Baiat apa yang harus dilakukan?(misal:JI, MMI, JAT, MTA, dll..):
    “Dahulu bani Israil selalu dipimpin oleh para Nabi, setiap meninggal seorang Nabi diganti oleh Nabi lainnya, sesungguhnya setelahku ini tidak ada Nabi dan akan ada setelahku beberapa khalifah bahkan akan bertambah banyak, sahabat bertanya: ”Apa yang tuan perintahkan kepada kami?” Beliau menjawab: ”Tepatilah bai’atmu pada yang pertama (artinya baiat yang pertama dilakukan pada saat itu/ yang paling duluan melakukan baiat), maka untuk yang pertama dan berikan pada mereka haknya. Maka sesungguhnya Allah akan menanya mereka tentang hal apa yang diamanatkan dalam kepemimpinannya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaroh: II/132, Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah II/204. Lafadz Muslim)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anonim diatas hanya copy paste gak ngerti maksudnya gak paham isinya aku sudah membaca 7 kali di tempat lain

      Hapus
  44. BACA SEMUA BANTAHAN YANG DIGUNAKAN SEMUA HADIST "RO'YU".... MAKLUM LAH.... TEMPAT DUDUKNYA DI NERAKA SUDAH DIBOOKING.... NIKMATILAH SELAMA KAU MASIH DIDUNIA WAHAI KEPARAT LAKNAT JAHANAM

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang ro'yu itu nurhasan mas yang katannya bersanad sampai rosululloh tapi ketika ditanya mana sanadnya jawabanya "hilang di becak" coba tanya siapa gurunya nurhasan buktikan betul gak dia punya guru...

      Hapus
  45. Dalilnya memang betul tapi yang jadi pertanyaan siapa yang berhak jadi imam/amir/kholifah di indonesia ini setiap pimpinan kelompok mengangkat dirinya menjadi amir dan setiap kelompok mengaku berdasar Qur'an Hadist setiap kelompok menganggap kelompoknya paling bener menganggap kelompok lain kafir dan masuk neraka. Bagi yang sudah menjadi anggota kelompok masing2 pasti akan menetapi bai'at yang pertama dengan dalil yang anda kemukakan. Bagaimana untuk kaum muslimin yang belum punya jamaah menurut versi anda jawabannya binguuuung pak. Apa ini arti kebenaran keIMAMan menurut anda, lantas bagaimana dengan dalil berikut ini:


    عن عَرفَجَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللّه صلي الله عليه و سلم يَقُولُ: مَنْ أتاَكُمْ وَاَمْرُكُمْ جَمِيْعٌ علي رَجُلٍ وَاحِدٍ يُرِيْدُ اَنْ يَشُقَّ عَصَاكُمْ أوْ يُفَرِّقَ جَمَاعَتَكُمْ فَقْتُلُوهُ

    (رواه مسلم كتاب الامارة)

    Dari Arfajah berkata mendengar aku pada Rasululloh s.a.w bersabda: Barang siapa yang datang pada kalian sedangkan perkara kalian telah berkumpul atas seorang laki2(perkara agama sudah diatur oleh seorang imam),orang yang baru datang tersebut menghendaki untuk memecah perkumpulan kalian atau dengan kata lain menghendaki memcah jamah kalian maka bunuhlah orang tersebut.(HR Muslim Kitabul Imarah)

    عن اَبِي سعيد الْخُدرِيُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللّه صلي الله عليه و سلم: اِذَا بُوْيِِعَ لِخَلِفَتَيْنِ فَاقْتُلُوْا اْلاۤخَرَ مِنْهُمَا (رواه مسلم كتاب الامارة)

    Dari Abi Said Alkhudzriy berkata: Bersabda Rasulloh s.a.w: Ketika dibai’at(diangkat imam) pada dua orang kholifah maka bunuhlah yang paling akhir dari keduanya (HR Muslim Kitaabul Imarah)

    Siapa yang mengaku amir/imam/kholifah yang pertama? berani membunuh imam imam yang belakangan? Kalau gak berani berarti kelompok2 tsb bukan al jamaah dong tapi firqoh firqoh dan gak ada imam. Apakah seperti ini kebenaran yang di kehendaki Rasulullah? Atau memang sudah terbukti Sabda Nabi berikut:

    Nabi Bersabda: Kamu supaya menetapi jama’ahnya orang islam dan imam mereka, berkata aku hudaifah : jika pada waktu itu tidak ada jama’ah dan tidak ada imam, Nabi Bersabda: Maka memisahkan dirilah engkau dari semua golongan2 itu (golongan yg tidak ada imam dan tdk berjam’ah) kamu harus memisahkan diri meskipun sampai2 engkau makan akarnya pohon sampai mati menjemputmu .(HR Bukhari Kitabul manakib)

    sehingga kita harus menyendiri menjauhi walau harus makan akar sampai meninggal..! hanya hati anda yang bisa menjawab

    BalasHapus
  46. Apakah Islam tidak perlu ada Pemimpin?:
    “Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Menetapilah kamu (Hudaifah bin Yaman) pada jamaah muslimin dan imam mereka (artinya: carilah Islam yang berbentuk jama’ah dan yang mempunyai imam sebagai pemimpinya), aku (Hudaifah bin Yaman), berkata: “(Bagaimana) jika tidak ada jama’ah dan imam mereka? Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Uzlah-lah (Pisahilah) segala bentuk firqoh-firqoh (ada 72 firqoh Islam), sekalipun kamu hanya makan akar / umbi pohon sehingga maut menjemput kamu sementara kamu atas keadaan demikian”. (HR. Bukhori, Kitabul Fitan).

    Apa pemimpin dalam Islam tidak perlu di BAEAT:
    “Barangsiapa melepas tangan dari taat akan bertemu dengan Allah pada hari kiyamat dengan tidak punya alasan. Dan barangsiapa mati sedang tidak ada ikatan bai’at pada lehernya maka ia mati seperti matinya orang jahiliyah.” (HR. Muslim dari Abdullah bin Umar, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaroh : II/136)

    Dari Ibnu abbas ia berkata: telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barang siapa yang melihat sesuatu yang dibencinya dari pemimpinnya, maka hendaklah ia bersabar, sesungguhnya siapa yang meninggalkan jamaah barang satu jengkal saja lalu ia mati maka kematiannya berada dalam kejahiliyaan”.(HR.Muslim 3/1477 No.1849)

    Apa MATI JAHILIYAH BERARTI MASUK SURGA:
    Yang dimaksud “seperti mati Jahiliyah” adalah kematian dalam kesesatan, perpecahan dan tidak mempunyai imam yang dibaiat dan ditaati. (Hamisy Shahih Muslim II/136)

    Apa MATI "DALAM KESESATAN" itu BERARTI MASUK SURGA:

    Apakah Presiden di Negara Sekuler yang terpilih melalui PEMILU yang jelas jelas mencalonkan diri itu bisa di BAEAT:
    “Sekalipun kamu dipimpin oleh seorang budak Habsyi yang rumpung hidungnya, wajib kamu mendengar dan mentaatinya selama ia memimpin kamu dengan Kitabullah.” (HR.Ibnu Majah dari Ummul Hushain dalam bab Tha’atul Imam: II/201, Muslim, Shahih Muslim: II/130, At-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi: IV/181 No.1706. Lafadz Ibnu Majah)

    “Saya dan dua orang dari kaumku mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka salah seorang dari keduanya berkata: “Ya Rasulullah, jadikanlah kami sebagai amir.” Dan yang lainnya pun berkata demikian. Maka beliau bersabda: “Sesungguhnya kami tidak memberikan keamiran ini kepada seseorang yang memintanya dan yang menginginkannya (ambisi).” (HR.Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari dalam Kitabul Ahkam: IX/80)

    Apa PEMIMPIN yang di Baiat hanya yang memiliki DAULAH KEKUASAAN?:
    “Sekalipun kamu dipimpin oleh seorang budak Habsyi yang rumpung hidungnya, wajib kamu mendengar dan mentaatinya selama ia memimpin kamu dengan Kitabullah.” (HR.Ibnu Majah dari Ummul Hushain dalam bab Tha’atul Imam: II/201, Muslim, Shahih Muslim: II/130, At-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi: IV/181 No.1706. Lafadz Ibnu Majah)

    BalasHapus
  47. TERNYATA BUDAK BISA DIBAIAT.... APAKAH SEORANG BUDAK ITU MEMILIKI DAULAH KEKUASAAN?

    Ada BANYAK JAMAAH dengan BAIAT, HARUS PILIH YANG MANA?:
    “Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Menetapilah kamu (Hudaifah bin Yaman) pada jamaah muslimin dan imam mereka (artinya: carilah Islam yang berbentuk jama’ah dan yang mempunyai imam sebagai pemimpinya), aku (Hudaifah bin Yaman), berkata: “(Bagaimana) jika tidak ada jama’ah dan imam mereka? Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Uzlah-lah (Pisahilah) segala bentuk firqoh-firqoh (ada 72 firqoh Islam), sekalipun kamu hanya makan akar / umbi pohon sehingga maut menjemput kamu sementara kamu atas keadaan demikian”. (HR. Bukhori, Kitabul Fitan).

    “Dahulu bani Israil selalu dipimpin oleh para Nabi, setiap meninggal seorang Nabi diganti oleh Nabi lainnya, sesungguhnya setelahku ini tidak ada Nabi dan akan ada setelahku beberapa khalifah bahkan akan bertambah banyak, sahabat bertanya: ”Apa yang tuan perintahkan kepada kami?” Beliau menjawab: ”Tepatilah bai’atmu pada yang pertama (artinya baiat yang pertama dilakukan pada saat itu), maka untuk yang pertama dan berikan pada mereka haknya. Maka sesungguhnya Allah akan menanya mereka tentang hal apa yang diamanatkan dalam kepemimpinannya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaroh: II/132, Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah II/204. Lafadz Muslim)

    BalasHapus
  48. TETAPILAH Al JAMAAH:
    1. Umat Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam- di atas kesesatan, dan tangan Allah bersama jamaah, dan barang siapa yang menyempal maka dia menyempa menuju neraka.- Tirmidzi, Bab Maa Ja’a fi Luzumil Jamaah, No. 2167

    2. “Dan berpegang-teguhlah kamu sekalian kepada tali (agama) Alloh dengan jama’ah, dan janganlah kamu sekalian firqoh”. (QS. Ali ‘Imron,No. Surat: 3, Ayat: 103).

    3. “Dan berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali Allah seraya berjama’ah, dan janganlah kamu berfirqah-firqah (bergolong-golongan),dan ingatlah akan ni’mat Allah atas kamu tatkala kamu dahulu bermusuh-musuhan maka Allah jinakkan antara hati-hati kamu, maka dengan ni’mat itu kamu menjadi bersaudara, padahal kamu dahulunya telah berada di tepi jurang api Neraka, tetapi Dia (Allah) menyelamatkan kamu dari padanya; begitulah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu, supaya kamu mendapat petunjuk.” (QS.Ali ‘Imran:103 )

    4. “Sesungguhnya yang sebenar-benar orang mukmin ialah orang-orang yang beriman kepada Alloh dan Rosul-Nya, dan apabila mereka berada bersama-sama Rosululloh dalam ‘Amrin Jaami’in’ (sambung berjama’ah; sesuatu urusan yang memerlukan pertemuan), mereka tidak meninggalkan (Rosululloh) sebelum meminta idzin kepadanya. Sesungguhnya orang-orangy ang meminta idzin kepadamu (Muhammad) mereka itulah orang-orang yang beriman kepada Alloh dan Rosul-Nya, maka apabila mereka meminta idzin kepadamu karena sesuatu keperluan, berilah idzin kepada siapa yang kamu kehendaki di antara mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. An-Nuur, No. Surat: 24, Ayat: 62).

    5.“Maka sesungguhnya saja, barangsiapa yang keluar dari Al-Jama’ah kira-kira satu jengkal, maka sungguh tali Islamnya telah lepas dari lehernya kecuali jika ia kembali lagi”. (HR. Abu Daud).

    6. “Maka sesungguhnya saja, barangsiapa yang memisahi Al- Jama’ah satu jengkal saja, lalu ia mati, maka ia mati dengan kematian jahiliyah”. (HR. Bukhori).

    7. Kamu sekalian menetapilah pada Al-Jama’ah, dan takutlah kamu sekalian pada Al-Firqoh, maka sesungguhnya syetan bersama satu orang dan syetan itu akan menjauh dari dua orang, dan barangsiapa yang ingin berada di tengah-tengah surga maka hendaklah dia menetapi Al-Jama’ah”. (HR. Tirmidzi juz 3 hal 207).

    8. “Dan ummatku akan terpecah menjadi 73 golongan, mereka semua masuk di dalam neraka, kecuali hanya satu golongan (yang tidak masuk neraka). Mereka (sahabat) berkata: “Dan siapakah yang satu golongan itu, ya Rosulalloh? Rosululloh, bersabda: “yaitu (golongan) yang mengerjakan apa yang saya kerjakan dan yang dikerjakan oleh sahabat-sahabat saya”. (HR. Tirmidzi, No. Hadits: 2565).

    9. “Barangsiapa yang beramal dalam Jama’ah, lalu benar, maka Alloh menerimanya, dan jika salah, Alloh mengampuninya. Dan barangsiapa yang beramal mencari yang Firqoh, lalu benar, maka Alloh tidak akan menerimanya, dan jika salah, maka hendaklah ia bertempat duduk pada tempat duduknya dari api (mak: di neraka)”. (HR. Thobrooni).

    10. “…maka wajib atas kamu berjama’ah, karena sesungguhnya serigala itu makan kambing yang sendirian.” (HR.Abu Dawud dari Abi Darda, Sunan Abi Daud dalam Kitabus Shalah: I/150 No.547)

    11. “Dan tangan (pertolongan) Alloh atas Al-Jama’ah, dan barangsiapa yang membelot, maka ia membelot ke neraka”. (HR. Tirmidzi).

    BalasHapus
  49. Al JAMAAH: adalah Wadah ISLAM dengan Baiat:
    1. “Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Menetapilah kamu (Hudaifah bin Yaman) pada jamaah muslimin dan imam mereka (artinya: carilah Islam yang berbentuk jama’ah dan yang mempunyai imam sebagai pemimpinya), aku (Hudaifah bin Yaman), berkata: “(Bagaimana) jika tidak ada jama’ah dan imam mereka? Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Uzlah-lah (Pisahilah) segala bentuk firqoh-firqoh (ada 72 firqoh Islam), sekalipun kamu hanya makan akar / umbi pohon sehingga maut menjemput kamu sementara kamu atas keadaan demikian”. (HR. Bukhori, Kitabul Fitan).

    2. “Sesungguhnya orang-orang yang berbai’at kepadamu sesungguhnya mereka berbaiat kepada Allah, tangan Allah di atas tangan mereka, maka barang siapa yang mengingkari bai’atnya niscaya akibat pelanggarannya akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa yang menepati bai’atnya, maka Allah akan memberikan pahala yang besar.” (Q.S. Al Fath : 10).

    3. “Barangsiapa melepas tangan dari taat akan bertemu dengan Allah pada hari kiyamat dengan tidak punya alasan. Dan barangsiapa mati sedang tidak ada ikatan bai’at pada lehernya maka ia mati seperti matinya orang jahiliyah.” (HR. Muslim dari Abdullah bin Umar, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaroh : II/136)

    4. Yang dimaksud “seperti mati Jahiliyah” adalah kematian dalam kesesatan, perpecahan dan tidak mempunyai imam yang dibaiat dan ditaati. (Hamisy Shahih Muslim II/136)

    5.Dari Ibnu abbas ia berkata: telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barang siapa yang melihat sesuatu yang dibencinya dari pemimpinnya, maka hendaklah ia bersabar, sesungguhnya siapa yang meninggalkan jamaah barang satu jengkal saja lalu ia mati maka kematiannya berada dalam kejahiliyaan”.(HR.Muslim 3/1477 No.1849)

    6. “Tiga macam orang yang Allah tidak akan berkata kata kepada mereka pada hari kiyamat dan tidak akan membersihkan (memaafkan), dan bahkan bagi mereka siksa yang pedih. Mereka itu adalah: 1) Orang yang mempunyai kelebihan air di tengah jalan tetapi menolak permintaan orang yang dalam keadaan bepergian, 2) Orang yang berbai’at pada seorang imam, tetapi tidaklah ia berbai’at kecuali karena dunia, jika diberi menepati bai’atnya dan jika tidak diberi (ditolak tuntutannya) ia tidak menepatinya, 3) Orang yang menjual barang pada orang lain setelah ‘Ashar dan bersumpah dengan nama Allah, sungguh akan diberikan dengan ketentuan begini dan begini, lalu ia membenarkannya dan hendak mengambilnya, tetapi ia tidak memberikannya.” (HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Al-Bukhari dalam Kitabul Ahkam: IX/99, Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah II/204, At-Tirmidzi, Sunan At Tirmidzi IV/128 No: 1595. Lafadz Al-Bukhari)

    7. “Dahulu bani Israil selalu dipimpin oleh para Nabi, setiap meninggal seorang Nabi diganti oleh Nabi lainnya, sesungguhnya setelahku ini tidak ada Nabi dan akan ada setelahku beberapa khalifah bahkan akan bertambah banyak, sahabat bertanya: ”Apa yang tuan perintahkan kepada kami?” Beliau menjawab: ”Tepatilah bai’atmu pada yang pertama (artinya baiat yang pertama dilakukan pada saat itu), maka untuk yang pertama dan berikan pada mereka haknya. Maka sesungguhnya Allah akan menanya mereka tentang hal apa yang diamanatkan dalam kepemimpinannya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaroh: II/132, Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah II/204. Lafadz Muslim)

    8. “Kami berbai’at kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mendengar dan taat, baik dalam keadaan semangat ataupun lemah (berat), dan untuk tidak menentang perintah kepada ahlinya serta untuk menegakkan (kebenaran) atau berkata dengan benar di manapun kami berada, tidak takut dalam membela agama Allah dari celaan orang-orang yang mencelanya.” (HR. Al Bukhari dari Ubadah bin Shamit, Shahih Al-Bukhari dalam Kitabul Ahkam: IX/96, Muslim, Shahih Muslim: II/132, Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah II/202, An-Nasai, Sunan An-Nasai VII/137-138. Lafadz Al-Bukhari)

    BalasHapus
  50. 9. “Barangsiapa mati dan dilehernya tidak ada baiat, maka sungguh dia telah melepas ikatan Islam dari lehernya”[Dikeluarkan oleh Muslim dari Ibnu Umar]

    10. “Barangsiapa berjanji setia kepada seorang imam dan menyerahkan tangan dan yang disukai hatinya, maka hendaknya dia menaati imam tersebut menurut kemampuannya. Maka jika datang orang lain untuk menentangnya, maka putuslah ikatan yang lain tersebut”
    [Dikeluarkan oleh Muslim dan Abu Dawud dari Abdillah bin Amr bin Ash]

    11. “Dan barangsiapa yang berbaiat kepada seorang imam lalu bersalaman dengannya (sebagai tanda baiat) dan menyerahkan ketundukannya, maka hendaklah dia mematuhi imam itu semampunya. Jika ada yang lain datang untuk mengganggu imamnya (memberontak), penggallah leher yang datang tersebut.” (HR. Muslim no. 1844)

    12. Dari sahabat nabi Abu hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ia bersabda: “Barang siapa yang mentaati aku sungguh ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang durhaka padaku sungguh ia telah mendurhakai Allah, barang siapa yang taat pada pemimpin sungguh ia telah taat padaku, dan barang siapa yang durhaka pada pemimpin sungguh ia telah durhaka padaku”. (HR.Muslim 3/1466 No.1835)

    SEBERAPA PENTING BAIAT:
    1. Dari Ibnu abbas ia berkata: telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barang siapa yang melihat sesuatu yang dibencinya dari pemimpinnya, maka hendaklah ia bersabar, sesungguhnya siapa yang meninggalkan jamaah barang satu jengkal saja lalu ia mati maka kematiannya berada dalam kejahiliyaan”.(HR.Muslim 3/1477 No.1849)

    2. Dari sahabat nabi Abu hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ia bersabda: “Barang siapa yang mentaati aku sungguh ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang durhaka padaku sungguh ia telah mendurhakai Allah, barang siapa yang taat pada pemimpin sungguh ia telah taat padaku, dan barang siapa yang durhaka pada pemimpin sungguh ia telah durhaka padaku”. (HR.Muslim 3/1466 No.1835)

    3. “Barangsiapa mati dan dilehernya tidak ada baiat, maka sungguh dia telah melepas ikatan Islam dari lehernya”[Dikeluarkan oleh Muslim dari Ibnu Umar]

    4.“Barangsiapa melepas tangan dari taat akan bertemu dengan Allah pada hari kiyamat dengan tidak punya alasan. Dan barangsiapa mati sedang tidak ada ikatan bai’at pada lehernya maka ia mati seperti matinya orang jahiliyah.” (HR. Muslim dari Abdullah bin Umar, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaroh : II/136)

    5.“Barangsiapa mati tanpa imam, maka ia mati dalam keadaan jahiliyah” (lihat Majma’ az-Zawa’id, jilid 5, halaman 218; lihat juga Abu Dawud, Musnad, halaman 259 dari jalur ‘Abdullah bin Umar dan ditambahkan: “Dan barangsiapa menolak untuk taat, maka pada hari kiamat ia tidak punya hujjah, pembelaan”)

    6. “Barangsiapa mati tanpa berbai’at maka ia meninggal dalam keadaan jahiliyah” (lihat Shahih Muslim, jilid 6, halaman 22; lihat juga Baihaqi, Sunan, jilid 8, halaman 156; kemudian Ibnu Katsir dalam Tafsir, jilid 1, halaman 517; Al-Haitsami dalam Al-Majma’, jilid 5, hal. 218)

    7. “Barangsiapa meninggal dan tiada ketaatan (kepada imam), maka ia telah meninggal dalam keadaan jahiliyah” (lihat Imam Ahmad dalam Musnad, jilid 3, hal. 446; Haitsami dalam al-Majma’, jilid 5, hal. 223)

    8.“Barangsiapa mati dan dilehernya tidak ada baiat, maka sungguh dia telah melepas ikatan Islam dari lehernya”[Dikeluarkan oleh Muslim dari Ibnu Umar]

    BalasHapus
    Balasan
    1. Altair ini juga hanya copy paste, gak tahu maksudnya, gak paham isinya...wajib berpemimpin tapi memakai dalil UZLAH payah..

      Hapus
  51. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  52. mengapa islam jamaah dilarang oleh jaksa agung??
    seharusnya ini ditinjau ulang di ajukan ke MK.
    islam jamaah adalah sebutan kelompok islam yang berjamaah. beramir berbaiat, bertoat. prinsipnya itu. seandainya islam jamaah itu dilarang, dasar hukum larangan itu harus prinsip. bukan teknis atau furu'
    alasan yang prinsip oleh jaksa agung misal :
    1.islam jamaah dilarang karena jamaah yang benar itu adalah jamaah yang dipimpin presiden. atau
    2.islam jamaah dilarang karena sesudah khilafah turki runtuh sudah tidak ada lagi jamaah, sehingga tidak boleh mendirikan jamaah, kalo mendirikan jamaah itu sama dengan mendirikan firqoh baru, atau
    3. islam jamaah dilarang, karena sebelum tahun 41 sudah ada jamaah lebih awal.
    dll
    kalau larangannya cuma karena, menajiskan, infak persenan, exlusif, surat tobat dll itu masalah teknis saja..
    kalau alasannya masalah teknis maka dalam larangan itu harus ada pengecualian. kalo dihilangkan negatifnya, larangannya tidak berlaku lagi.
    toh sekarang sudah banyak muncul islam jamaah- islam jamaah yang baru (islam yang beramir berabaiat) misal: JI, JAT, MMI, MTA, laskar jihad dll

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itulah letak kesesatannya. Aljamaah itu pemersatu umat muslim, lha kalau pemahamannya kaya ldii maka akan mucul jamah2 baru yang jumlahnya bisa ratusan, mengaggap dirinya paling benar akhirnya muncul pertikaian antar kelompok jamaah. apakah seperti itu yang dikehendaki Rosululloh??

      Hapus
  53. Penggunaan pendapat dalam berhujjah==> WAJIB MASUK NERAKA

    (al-Turmuzi berkata): Sufyan bin Waki’ menceritakan kepada kami, (Sufyan berkata): Suwaid bin `Amr al Kalbi menceritakan kepada kami, (Suwaid berkata): Abu `Awa>nah menceritakan kepada kami dari `Abd al A`la dari Sa`id bin Jubair dari Ibn `Abbas dari Nabi Saw, beliau bersabda; takutlah kalian (hati-hati dalam memegangi) hadis-hadis dariku kecuali yang benar-benar telah aku ajarkan kepada kalian, barangsiapa berbohong atas namaku secara sengaja, maka hendaklah dia menempati tempat duduknya dari api neraka, siapa yang mengatakan sesuatu tentang al-Qur’an dengan ra’yu nya (PENDAPATNYA) maka hendaklah ia menempati tempat duduknya dari api neraka

    Rasululloh bersabda:" Barangsiapa berkata suatu perkataan yang tidak pernah aku katakan maka hendaklah ia persiapkan tempat duduknya di neraka" (HR Bukhori: 106)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang ro'yu itu imam anda nurhasan yang gak punya guru memahami qur'an Hadist dengan pemahamannya sendiri

      Hapus
    2. Begitulah LDII bisanya cuma copy paste, ngajinya juga copy paste hanya menerjemahkan Alqur'an dan Hadist gak paham isinya sama sekali dan amalanya menunggu ijtihad imamnya. Makanya apapun ijtihad imamnya pasti diamalkan walaupun ijtihadnya bertentangan dengan Qur'an Hadist. Memang warga LDII di buat gak paham agar selalu mematuhi perintah imamnya. Yang penting isrun lancar udah masuk surga......!. Contoh yang paling mudah dan jelas adalah bahwa RIBA' itu jelas jelas haram tetapi jadi halal karena IJTIHAD IMAM (kasus maryoso infestasi dengan bunga 5% sebulan) Tolong dibantah ini wong LDII.....

      Hapus
  54. "Wahai Rasullulloh, dahulu kami berada pada masa jahiliyyah dan keburukan lalu Alloh mendatangkan kebaikan ini kepada kami, apakah setelah kebaikan ini akan datang keburukan?'. Beliau menjawab:'Ya". Aku bertanya lagi:"Apakah setelah keburukan itu akan datang lagi kebaikan?". Beliau menjawab"Ya, akan tetapi didalamnya ada "dukhn" (kotorannya)". Aku bertanya lagi:"Apa kotorannya itu?". Beliau menjawab:Yaitu suatu kaum yang memimpin tanpa mengikuti petunjukku, kamu mengenalnya tapi sekaligus kamu ingkari". Aku kembali bertanya:"Apakah setelah kebaikan (yang ada kotorannya itu) akan timbul lagi keburukan?". Beliau menjawab:"Ya, yaitu para penyeru yang mengajak ke pintu JAHANNAM.SIapa yang memenuhi seruan mereka maka akan dilemparkan kedalamnya". Aku kembali bertanya:"Wahai Rasululloh, berikan sifat-sifat (ciri-ciri) mereka kepada kami". Beliau menjelaskan:"Mereka itu berasal dari kulit-kulit kalian dan berbicara dengan bahasa kalian. Aku katakan:"Apa yang engkau perintahkan kepada kami bila kami menemui (zaman) keburukan itu?. Beliau menjawab:"Carilah jamaah muslimin dengan imam mereka (carilah jamaah islam yang memiliki imam yang berbaiat)". Aku kembali bertanya:"Jika saat itu tidak ada Jamaah Islam dengan Imam mereka (saat itu tidak ada Jamaah Muslim yang memiliki Imam yang dibaiat)?". Beliau menjawab:"Kamu tinggalkan seluruh firqoh (kelompok Jamaah Islam yang tidak memiliki Imam yang dibaiat) sekalipun kamu harus memakan akar pohon hingga maut menjemputmu dan kamu tetap berada didalam keadaan yang demikian itu". (HR Bukhori 3338)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan apa yang dilakukan nurhasan ketika membuat jamaah LDII sangat bertentangan dengan dalil yang anda samapaikan itu mas (HR Bukhori 3338). Ketika nurhasan kembali ke indonesia seharusnya dia mencari jama'ah kaum muslimin dengan imam mereka kalau ada maka dia harus masuk jamaah tsb dan bae'at pada imamnya, tapi ketika tidak menjumpai jamaah kaum muslimin dengan imam mereka maka nurhasan harusnya UZLAH sebagaimana dalil yang anda sampaikan tapi kenapa nurhasan malah membuat jama'ah sendiri dan mengangkat dirinya sendiri menjadi imamnya? nurhasan telah NYATA-NYATA MENENTANG perintah Rosululloh dan LDII dibuat atas dasar kebatilan dan dapat dikatakan nurhasan adalah penyeru JAHANAM karena telah berani menentang Rosululloh, tidakkah anda pahami ini, jangan hanya copy paste dalil tapi pahamilah isinya...!

      Hapus
  55. Mas anonim diatas tolong tunjukkan 1 dalil saja yang membolehkan atau bahkan mewajibkan membuat jamaah sendiri!? Kalau gak ada kenapa nurhasan dengan beraninya menentang perintah Rosululloh dengan membuat jamaah sendiri padahal dalilnya UZLAHlah jika tidak kau temui jamaah kaum muslimin dengan imam mereka, kenapa nurhasan malah membuat jamaah sendiri? sesuaikah ini dengan Qur'an dan Sunnah? kalau gak sesuai bukankah ldii itu jamaah yang batil? karena dibuat dengan menentang perintah Rosululloh? dan tidak berdasar sama sekali. Dalilnya anda sampaikan berkali kali tapi anda tidak memahami isinya sama sekali. Coba renungkan kembali!!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya kutipkan Fatwa Lajnah Da’imah (Komisi Tetap Fatwa) di Saudi Arabia, tentang makna hadits di atas:

      ومعنى الحديث: أنه لا يجوز الخروج على الحاكم (ولي الأمر) إلا أن يرى منه كفرًا بواحًا، كما جاء ذلك في الحديث الصحيح، كما أنه يجب على الأمة أن يؤمروا عليهم أميرًا يرعى مصالحهم ويحفظ حقوقهم.
      “Makna hadits tersebut: bahwa tidak boleh keluar dari kepemimpinan Al hakim (waliyul amri – pemimpin) kecuali jika dilihat dari pemimpin itu perilaku kufur yang jelas, sebagaimana diterangkan hal itu dalam hadits shahih, sebagaimana wajib pula bagi umat untuk MENGANGKAT amir (pemimpin) bagi mereka supaya terjaga maslahat mereka dan hak-hak mereka.” (Al Fatawa Al Lajnah Ad Da’imah Lil Buhuts wal Ifta’, No fatwa. 8225)

      Hapus
    2. yg dimaksud waliyul amri itu adalah umaro (pemerintah islam) atau ulama.. menurut ibni katsir ulil amri itu ulama.
      kalo negara islam ulil amrinya adalah presiden.
      tetapi presiden kita sby di tahun 2014 di bali secara tegas menyebutkan indonesia adalah negara sekuler. bukan negara islam. begitu juga Prof. din syamsudin menyatakan pemerintah bukan ulil amri,,
      kecuali kalo JOkowi meralat pernyataan SBY dan menyatakan dengan tegas RI adalah pemerintahan islam

      Hapus
    3. Kalau anda gak menganggap presiden RI ulil amri berati gak ada jamaah kaum muslim dengan imam mereka ya anda harus UZLAH sebagaimana Hadits Hudaifah bin Yaman, bukan malah membuat jamaah sendiri yang yang gak ada dalilnya. Tanpa jokowi meralat pernyataan sby indonesia adalah negara Islam : Mayoritas penduduk indonesia adalah Islam, Syari'at Islam yang besar besar sudah tegak di indonesia, Azan berkumandang dimana mana, Sholat jum'at berdiri di seluruh negeri, puasa ramadan dan Haji diuruisi, hari raya Islam di fasilitasi, badan zakat banyak berdiri dan pemimpin negeri seorang muslim dan masih mendirikan sholat. Masihkah anda menganggap indinesia bukan negara muslim?

      Hapus
    4. http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=6&cad=rja&uact=8&ved=0CEcQFjAFahUKEwjV6Pn9i9rGAhUUVY4KHUpGCTY&url=http%3A%2F%2Fd1.islamhouse.com%2Fdata%2Fid%2Fih_fatawa%2Fsingle%2Fid_Apa_Yang_Harus_Dilakukan_di_masa_Fitnah.doc&ei=hLmkVdUWlKq5BMqMpbAD&usg=AFQjCNG5ag8UnuSHnKFJKXoFnipKNGSXxg&bvm=bv.97653015,d.c2E

      Hapus
    5. https://www.youtube.com/watch?v=V_cylerVqvE

      Hapus
    6. https://thoriquna.wordpress.com/2012/02/29/syarat-sebuah-negara-dikatakan-sebagai-negara-islam/

      Hapus
  56. Artikel sampah cocok buat orang buangan.... kumpulan orang bodoh pengkhianat yang ingin menguasai..... jangan mimpi ya penghianat tetap aja akan berhianat

    BalasHapus
  57. assalamu'alaikum
    bai'at :janji setia untuk taat
    maaf aku hanya orang awam yg mencoba memahami islam
    “Dan barang siapa yang mati tanpa bai’at di lehernya, maka matinya seperti mati jahiliyyah”. (H.R. Muslim nomor 4899)
    menurutku bai'at yg d maksud disini dan jika di setarakan dengan zaman sekarang bai'at/janji setia untuk taat seorang muslim ialah dengan memenuhi perintah-NYA dan menjauhi larangan-NYA
    dan yg di maksud maka matinya seperti mati jahiliyah adalah mereka mati di dalam kebodohan/kekafiran

    dan barang siapa mati tanpa bai'at (janji taat untuk menjalankan perintah-NYA san menjauhi larangan-NYA)maka matinya seperti mati jahiliyah (mati dalam kebodohan/kekafiran)

    maaf kalo ada yang salah
    syukur" ada yg membenarkan kesalahan dalam kata" saya
    sayangilah yang di bumi maka yang di langit akan menyayangimu

    tuntutlah ilmu sampai ke negeri cina sekalipun
    berarti tuntutlah ilmu kemanapun sampai engkau tahu dimana kebenarannya dari apa yg di perselisihkan
    dan ambil dari sebagian besar dari mereka apa yg memperselisihkan


    saya bukan anggota ormas maupun apapun itu namanya
    saya hanya orang biasa yg mempunyai kesalahan
    karena saya sadar kesempurnaan hanyalah milik ALLAH S.W.T
    dan KITABULLAH adalah peringatan yg nyata

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalil yang anda sampaikan benar tidak ada yang salah, yang menjadi masalah adalah mendirikan/membuat jamaah sendiri ini yang gak ada dalilnya. Bahkan jika tidak ada jamaah kaum muslimin dengan imam mereka Rasulullah memerintahkan untuk uzlah.

      Hapus
  58. Abu Umamah mengisyaratkan bahwa makna As Sawadul A’zam adalah orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, atau dengan kata lain, pengikut kebenaran.

    Muhammad bin Aslam Ath Thuusiy (wafat 242H) berkata: “Berpeganglah pada As Sawadul A’zham. Orang-orang bertanya, siapa As Sawadul A’zhham itu? Beliau (Muhammad bin Aslam) menjawab, ia adalah seorang atau dua orang yang berilmu, yang berpegang teguh pada sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dan mengikuti jalannya. Bukanlah As Sawaadul A’zham itu mayoritas kaum muslimin secara mutlak. Barangsiapa berpegang pada seorang atau dua orang tadi dan mengikutinya, maka ia adalah Al Jama’ah. Dan barangsiapa yang menyelisihi mereka, ia telah menyelisihi ahlul jama’ah” (Thabaqat Al Kubra Lisy Sya’rani, 1/54)

    Muhammad bin Aslam sendiri oleh ulama sezamannya, Ishaq bin Rahawaih (wafat 238H), dikatakan sebagai As Sawaadul A’zham: Ada seorang yang bertanya, wahai Abu Ya’qub (Ishaq bin Rahawaih), siapa As Sawadul A’zham itu? Beliau menjawab: Muhammad bin Aslam, murid-muridnya dan para pengikutinya. Kemudian beliau berkata: Aku tidak pernah mendengar orang yang alim sejak 500 tahun yang lebih berpegang teguh pada sunnah Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam selain Muhammad bin Aslam” (Siyar ‘Alamin Nubala, 9/540)

    Abdullah Bin Mubarak (wafat 181H) ditanya as sawaadul a’zham: “Seorang lelaki bertanya kepada Ibnul Mubarak, wahai Abu Abdirrahman siapa As Sawadul A’zam itu? Beliau menjawab, Abu Hamzah As Sakuni” (Hilyatul Aulia, 9/238)
    “Jika engkau tanyakan kepada orang-orang bodoh siapa itu as sawadul a’zham, niscaya mereka akan menjawab: mayoritas manusia. Mereka tidak tahu bahwa Al Jama’ah itu adalah orang alim yang berpegang teguh pada sunnah Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dan jalannya. Barangsiapa yang bersama orang alim tersebut dan mengikutinya, ialah Al Jama’ah, Dan yang menyelisihinya, ia meninggalkan Al Jama’ah” (Hilyatul Aulia, 9/238)

    BalasHapus
  59. LDII kok disekitar saya tertutup ya orangnya, suka maen sepak bola, klau berbisnis juga dengan kelompok nya,

    BalasHapus
  60. Saya Jamaah LDII TUlen. Bisnis di percetakan. Customer saya sekitar 99% orang bukan LDII. Ini alamat saya : CAK MAN, Jl. Raya Prajuritkulon No.12 Kota Mojokerto - Jawa TImur

    BalasHapus
  61. Bagaimana dengan ijtihad nikah dalam dan nikah luar di ldii ?
    Apakah org yg menikah di KUA itu dianggap tidak sah menikahnya ?

    BalasHapus
  62. Mas mau tanya katanya ldii punya imam...selain ldii ada ga islam lain yang punya imam dan di b'at

    BalasHapus